Pengertian Anak Jalanan

 

Dari hasil penelitian yayasan Nanda (1996 : 112) ada beberapa ciri secara umum anak jalanan antara lain : a. Berada di tempat umum (jalanan, pasar, pertokoan, tempat-tempat hiburan) selama 24 jam. b. Berpendidikan rendah (kebanyakan putus sekolah, serta sedikit sekali yang lulus SD). c. Berasal dari keluarga-keluarga tidak mampu (kebanyakan kaum urban dan beberapa diantaranya tidak jelas keluarganya). d. Melakukan aktifitas ekonomi (melakukan pekerjaan pada sektor informal).

 

Anak jalanan, umumnya berasal dari keluarga yang pekerjaannya berat dan ekonominya lemah. Anak jalanan tumbuh dan berkembang dengan latar kehidupan jalanan dan akrab dengan kemiskinan, penganiayaan, dan hilangnya kasih sayang, sehingga memberatkan jiwa dan membuatnya berperilaku negatif.

 

Mereka itu ada yang tinggal di kota setempat, di kota lain terdekat, atau di propinsi lain. Ada anak jalanan yang ibunya tinggal di kota yang berbeda dengan tempat tinggal ayahnya karena pekerjaan, menikah lagi, atau cerai. Ada anak jalan yang masih tinggal bersama keluarga, ada yang tinggal terpisah tetapi masih sering pulang ke tempat keluarga, ada yang sama sekali tak pernah tinggal bersama keluarganya atau bahkan ada anak yang tak mengenal keluarganya.


Kegiatan Anak Jalanan

Menurut M. Ishaq (2000), ada tiga ketegori kegiatan anak jalanan, yakni : (1) mencari kepuasan; (2) mengais nafkah; dan (3) tindakan asusila. Kegiatan anak jalanan itu erat kaitannya dengan tempat mereka mangkal sehari-hari, yakni di alun-alun, bioskop, jalan raya, simpang jalan, stasiun kereta api, terminal, pasar, pertokoan, dan mall.

 

Faktor-faktor yang Menyebabkan Anak Menjadi Anak Jalanan

Keadaan kota mengundang maraknya anak jalanan. Kota yang padat penduduknya dan banyak keluarga bermasalah membuat anak yang kurang gizi, kurang perhatian, kurang pendidikan, kurang kasih sayang dan kehangatan jiwa, serta kehilangan hak untuk bermain, bergembira, bermasyarakat, dan hidup merdeka, atau bahkan mengakibatkan anak-anak dianiaya batin, fisik, dan seksual oleh keluarga, teman, orang lain lebih dewasa.

 

Di antara anak-anak jalanan, sebagian ada yang sering berpindah antar kota. Mereka tumbuh dan berkembang dengan latar kehidupan jalanan dan akrab dengan kemiskinan, penganiayaan, dan hilangnya kasih sayang, sehingga memberatkan jiwa dan membuatnya berperilaku negatif.

 

Seorang anak yang terhempas dari keluarganya, lantas menjadi anak jalanan disebabkan oleh banyak hal. Penganiayaan kepada anak merupakan penyebab utama anak menjadi anak jalanan. Penganiayaan itu meliputi mental dan fisik mereka. Lain daripada itu, pada umumnya anak jalanan berasal dari keluarga yang pekerjaannya berat dan ekonominya lemah.

 

Fenomena sosial anak jalanan terutama terlihat nyata di kota-kota besar terutama setelah dipicu krisis ekonomi di Indonesia sejak lima tahun terakhir. Departemen Sosial tahun 1998 di 12 kota besar melaporkan bahwa jumlah anak jalanan sebanyak 39.861 orang dan sekitar 48% merupakan anak-anak yang baru turun ke jalan sejak tahun 1998. Secara nasional diperkirakan terdapat sebanyak 60.000 sampai 75.000 anak jalanan. Depsos mencatat bahwa 60% anak jalanan telah putus sekolah (drop out) dan 80% masih ada hubungan dengan keluarganya, serta sebanyak 18% adalah anak jalanan perempuan yang beresiko tinggi terhadap kekerasan seksual, perkosaan, kehamilan di luar nikah dan terinfeksi Penyakit Menular Seksual (PMS) serta HIV/AIDS.

 

Umumnya anak jalanan hampir tidak mempunyai akses terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan dan perlindungan. Keberadaan mereka cenderung ditolak oleh masyarakat dan sering mengalami penggarukan (sweeping) oleh pemerintah kota setempat.


Sumber : Iskandar Hoesin www.lfip.org

About these ads

52 responses to “Pengertian Anak Jalanan

  1. Jaka Mulyadi PNR Elektronika 07 (5215077524)

    Artikel ini membuat saya perihatin dengan keadaan anak-anak Indonesia yang hidup di jalanan. Rasanya ingin sekali membantu mengurangi jumlah anak jalanan yang ada di negeri kita ini, yang kata orang sudah “merdeka”. Mungkin disini saya tidak banyak berkomenar tentang artikel ini, tapi saya ingin membantu mereka sedikit dengan cara memberi saran atau petunjuk bagaimana kita sebagai orang yang diberi nikmat lebih baik dari mereka, membantu mereka keluar dari dunia yang bisa dibilang dunia yang kelam dan gelap.
    Banyak cara sebenarnya yang dapat kita lakukan untuk membantu anak jalanan, setidaknya mengurangi jumlah anak jalanan, bisa dimulai dari lingkungan sekitar kita, apabila kita melihat ada tentangga kita yang kekurangan dan mempunyai anak yang tidak bisa melanjutkan sekolah, kita bisa membantunya dengan menjadi orang tua asuh, agar si anak bisa melanjutkan sekolahnya. Atau kita juga bisa menyumbangkan baju-baju seragam kita yang sudah tidak dipakai lagi juga buku-buku pelajaran untuk dipakai oleh anak-anak yang membutuhkan. Ataupun bisa juga kita dengan masyarakat sekitar mendirikan sekolah gratis untuk anak-anak jalanan di sekitar lingkungan tempat kita tinggal dan bagi anak-anak yang orang tuanya kurang mampu.
    Selain itu, khususnya kita sebagai mahasiswa, dapat membantu mereka dengan sharing ilmu yang kita dapat dengan mereka ataupun bisa juga memberi mereka les-les gratis disaat waktu luang kita, dan kegiatan positif lainnya yang tujuannya adalah untuk mengisi waktu dimana anak-anak tersebut sibuk dengan urusan yang tidak seharusnya mereka kerjakan, seperti mengamen, mengemis, mencopet bahkan dan hal-hal yang buruk lainnya, dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, berguna dan baik untuk kehidupan dan masa depan mereka.
    Sebetulnya masih banyak cara lainnya untuk membantu dan mengurangi jumlah anak jalanan yang berada disekitar kita, tetapi itu semua tergantung pada diri kita masing-masing, apakah kita bisa peduli dengan mereka atau kita biarkan mereka hidup dijalanan yang tanpa bimbingan yang baik dan berakibat pada masa depan mereka yang kurang baik juga.
    Semua itu adalah tanggung jawab kita sebagai sesama manusia dan sebagai orang yang diberi kelebihan oleh Tuhan. Oleh karena itu, marilah kita bantu mereka keluar dari dunia yang gelap dan masa depan yang buruk, agar kehidupan mereka bisa lebih baik.

  2. YUDHA DHARMAWAN
    5215077539
    PNR ELEKTRONIKA 07 UNJ

    Yang dpt saya simpulkan diantaranya selain tanggung jawab dan usaha pemerintah dlm mengurusi anak jalanan sesuai pasal 27 ayat 1 dan 2 dlm uud 1945 .
    Semua pihak juga seharusnya membantu menyediakan sarana dan prasarana
    .kursus ketrampilan.dan pendidikan.juga bimbingan dan binaan agar mereka tidak kembali lg ke jalan dan melakukan hal negatif seperti pnykt aids,narkoba.pergaulan bebas.sexs bebas dll..sebagai contoh diantaranya mendirikan rumah singgah atau sanggar yg dpt meningkatkan kreatifitas dan kemampuan mereka seperti ketrampilan menyanyi.bermain alat musik.kerajinan tangan,seni lukis.tata cara / sopan santun.dan ilmu pengetahuan…demi masa depan mereka.agar mereka berguna dan tidak dipandang rendah oleh sebagian lapisan masyarakat..

  3. niwan PNR elka 07

    Anak jalanan adalah masalah yang harus di hadapi bukan hanya pemerintah dan juga dengan bantuan elemen-elemen masyarakat. Di kota-kota besar sering ada razia anak jalana tetapi itu tidak membuahkan hasil anak-anak jalanan tetap aja masih mangkal di terminal, perempatan jalan, stasiun dan tempat-tempat lain.Kita adalh makhluk sosial yang hidup pasti membutuhkan orang lain ‘ kita bisa membantu anak jalanan semampu kita misalnya berbagi ilmu, menjadi orang tua asuh dan lain-lain. Pemerintah di harapkan dapat berinvestasi lebih banyak untuk meningkatkan sumber daya manusia yaitu meningkatkan beasiswa pendidikan bagi anak-anak tidak mampu (anak jalanan). Setelah mengenyang pendidikan dan menjadi nmanusia yang mempunyai iptek mereka dapat bekerja di bidangnya dan bisa mermajukan daerahnya masing-masing.dan sedikit demi sedikit akan mengurangi angka pengangguran.

  4. anak jalanan memang sering di jadikan cemoohan bagi sebagian orang.tapi di balik itu semua mereka anak jalanan sebenarnya memiliki suatu bakat khusus yang mungkin tidak di miliki oleh anak anak beruntung lainnya.mungkin nasib mereka tidak seberuntung anak anak lain yang berkecukupan namun jika kita gali dan kembangkan bakat mereka mungkin ada sesuatu hal yang akan mencengankan kita .di antara ada kisah yang di muat di korankompas bulan lalu ada anak jalanan yang kehidupan sehari2nya susah makan.karna ingin meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah .ia sengaja mencoba ikut ujian spmb dengan modal 200 ribu rupiah hasil jerih payahnya .dengan motifasinya yang pantang menyerah rajin belajar akhirnya ia berhasil di perguruan tinggi negri favorit.dari kisah ini dapat kita pahami bila semua pihak ikut serta dalam mengembangkan potensi anak jalanan misalnya mendirikan sanggar atau rumah singggah yang membeikan kursus ketrampilan maka jumlah anak jalanan di indonesia akan berkurang .dan aset penerus bangsa yang berprestasi akan brtambah otomatis akan memajukan bangsa

  5. yudha dharmawan pnr elektronika unj 07 5215077539

    anak jalanan memang sering di jadikan cemoohan bagi sebagian orang.tapi di balik itu semua mereka anak jalanan sebenarnya memiliki suatu bakat khusus yang mungkin tidak di miliki oleh anak anak beruntung lainnya.mungkin nasib mereka tidak seberuntung anak anak lain yang berkecukupan namun jika kita gali dan kembangkan bakat mereka mungkin ada sesuatu hal yang akan mencengankan kita .di
    yudha dharmawan
    pnr s1 elektronika unj
    5215077539
    antara ada kisah yang di muat di korankompas bulan lalu ada anak jalanan yang kehidupan sehari2nya susah makan.karna ingin meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah .ia sengaja mencoba ikut ujian spmb dengan modal 200 ribu rupiah hasil jerih payahnya .dengan motifasinya yang pantang menyerah rajin belajar akhirnya ia berhasil di perguruan tinggi negri favorit.dari kisah ini dapat kita pahami bila semua pihak ikut serta dalam mengembangkan potensi anak jalanan misalnya mendirikan sanggar atau rumah singggah yang membeikan kursus ketrampilan maka jumlah anak jalanan di indonesia akan berkurang .dan aset penerus bangsa yang berprestasi akan brtambah otomatis akan memajukan bangsa

  6. yudha dharmawan pnr elektronika unj 07 5215077539

    yudha dharmawan
    pnr s1 elektronika unj
    5215077539

    anak jalanan memang sering di jadikan cemoohan bagi sebagian orang.tapi di balik itu semua mereka anak jalanan sebenarnya memiliki suatu bakat khusus yang mungkin tidak di miliki oleh anak anak beruntung lainnya.mungkin nasib mereka tidak seberuntung anak anak lain yang berkecukupan namun jika kita gali dan kembangkan bakat mereka mungkin ada sesuatu hal yang akan mencengankan kita .di

    antara ada kisah yang di muat di korankompas bulan lalu ada anak jalanan yang kehidupan sehari2nya susah makan.karna ingin meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah .ia sengaja mencoba ikut ujian spmb dengan modal 200 ribu rupiah hasil jerih payahnya .dengan motifasinya yang pantang menyerah rajin belajar akhirnya ia berhasil di perguruan tinggi negri favorit.dari kisah ini dapat kita pahami bila semua pihak ikut serta dalam mengembangkan potensi anak jalanan misalnya mendirikan sanggar atau rumah singggah yang membeikan kursus ketrampilan maka jumlah anak jalanan di indonesia akan berkurang .dan aset penerus bangsa yang berprestasi akan brtambah otomatis akan memajukan bangsa

  7. FAJARUDIN 5115072390

    anak jalanan terjadi karena minimnya perhatian orang tua oleh kegiatan anaknya di luar rumah , namun tak jarang malah justru anak2 itu disuruh orang tuanya untuk mencari nafkah yang dirasa masih kurang cukup untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya.
    akankah lebih baiknya kita bersama memberikan wadah sarana dan prasaranaa yang sangat diperlukannya itu. kita dirikan sekolah terbuka di lingkungan rumah mereka itu setidaknya cukup membantu kegiatan belajar mereka dan kita mampu mengarahkannya untuk kegiatan yang lebih berguna untuk masa depannya kelak bila dibanding bila mereka dipaksa untuk turun ke jalanan lagi.

  8. Nama : Ramadani Arifin
    No Reg : 5215 08 5055
    Program : Non regular

    Komentar tentang “Pendidikan Anak Jalanan”

    Menurut saya, anak jalanan harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah/Negara. Sesuai dengan pasal 34 yang berbunyi ” Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara”. Perhatiannya tidak lain tidak bukan adalah bekal iman dan pendidikan. Pendidikan tanpa dilandasi iman akan membuahkan penjahat intelektual yang menjadi boomerang bagi rakyat kita dan Negara lainnya. Menurut saya, pendidikan yang baik untuk anak jalanan adalah pendidikan ketrampilan. Dengan ketrampilan, anak jalanan mempunyai keahlian khusus sesuai dengan bakatnya. Dan dapat membantu perekonomian keluarganya yang lemah. Seperti membuat lembaga kursus yang siap pakai dan disalurkan kepada perusahaan yang berkerja sama dengan pemerintah. Dan yang penting tanpa dipungut biaya alias gratis. Dengan begitu anak jalanan akan berpikir kritis dalam menghadapi masa depannya dan mengurangi pengangguran, kemiskinan Negara kita. Dan anak jalanan harus disediakan tempat tinggal bagi yang tidak mempunyai tempat tinggal. Dan tempat itu dikelola oleh petugas yang berwenang demi mengatur kelangsungan hidupnya. Kalau menurut saya pak.

  9. Redi hermawan
    5215077541
    PNR Teknik Elektronika

    Anak jalanan tentu memiliki kehidupan dengan pola perilaku yang berbeda dibandingkan dengan anak yang tumbuh dalam lingkungan sehat lainnya. Nilai hidup yang mereka peroleh berasal dari pola relasi lingkungan yang cenderung tidak menguntungkan. Banyak faktor pemicu yang dapat membentuk karakter anak jalanan yang miskin dari nilai-nilai hidup, seperti lingkungan jalanan yang keras dan bebas bagi anak jalanan. Selain itu faktor kemiskinan struktural telah merampas sebagian kehidupan anak ? anak untuk bekerja, yang tentu dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan jasmani dan rohani mereka. Anak jalanan memiliki hak untuk tumbuh kembang dengan baik. Ada tiga solusi yang bisa ditawarkan, yaitu pertama pendidikan karakter yang berakar pada konsep etis spritual dan pembentukkan nilai-nilai hidup. Manusia mempunyai kemampuan IQ (kecerdasan formal), EQ (kecerdasan olah rasa), SQ (kecerdasan agama dan moral) dan AQ (kecerdasan daya juang ). Spritual Quetion akan melahirkan anak yang tahu akan norma masyarakat dan tumbuh menjadi pribadi yang mengenal nilai etika masyarakat

  10. Eko budiono PNR Elektroika 07 (5215077520)

    Anak jalanan sering di identiksn dengan penjahat cilik atau sering disebut setan cilik banyak kalangan. Menurut pendapat saya seorang anak jalanan tidaklah pantas selalu di identikan dengan penahat kecil karena mereka juga sebenarnya juga sama dengan anak-anak kecil lainnya, tetapi yang membedakan hanyalah status social mereka dan kebanyakan dari mereka memang mengalami masa suram di masa lalunya dan serta kurang kasih saying dari kedua orang tuanya atau keluarga nya sehingga membuat mereka menjadi liar dan sering pula berbuat kejahatan hanya karena demi memenuhi rasa lapar mereka. Tetapi saya punya pengalaman melihat anak jalanan yang uangnya sedang di minta oleh preman penguasa daerah tersebut padahal mereka susah pyah mengumpulkanuang tersebut dengan mengamen bahkan ada yang meminta yang pada akhirnya tidak mereka nikmati sendiri. Dari kejadian tersebut saya saya mengambil kesimpulan bahwa kehidupan ank jalanan memanglah sangat keras dan penuh pengorbanan, jadi tuduhan yang banyak dilontarkan orang-orang disekitar sepertinya tidak adil. Anak jalanan tidak seharusnya kita benci melainkan harus kita sayangi dan kita Bantu apalagi diumur mereka yang kebanyakan masik berumur di bawah 10 tahun seharusnya di umur mereka yang pastinya masih senang-senangnya bermain dan sekolah namun mereka justru bekerja membanting tulang hanya demi memperoleh sesuap nasi. Maka dari itulah seharusnya pemerintah mengadakan penyuluhan langsung ke jalanan guna untuk membantu para anak-anak jalanan untuk memperoleh pendidikan karena dengan pendidikanlah seseorang bisa menjadi manusia yang berguna bagi orang lain di sekitarnya dan berguna bagi nusa dan bangsanya sendiri.

  11. Assalamualaikum

    Bersyukurlah kita karena masih di beri kenikmatan yang salah satu nya dapat mengenyam pendidikan yang cukup baik di bandingkan dengan anak-anak jalanan di luar sana.memang sangatlah prihatin dengan kondisi anak-anak di negara kita ini banyak anak-anak jalanan yang putus sekolah salah satu faktor utamanya adalah kondisi keuangan yang tidak memadai,disini kita sebagai mahasiswa dituntut peran serta dalam memberantas kebodohan yang masih melanda negeri kita ini mungkin salah satu nya dengan cara aktif dalam salah satu LSM yang mempunyai aktifitas dalam penyuluhan pendidikan.janganlah karena kita masih mahasiswa yang masih minim pengalaman di jadikan alasan bahwa kita tidak dapat membantu dalam pemberantasan kebodohan di negeri tercinta kita ini kita bisa saja memberikan pembelajaran kepada anak-anak jalanan dengan cara melakukan kelas terbuka seminggu sekali yang di lakukan nya dimana tempat tersebut disukai oleh anak-anak tersebut cara ini pun dapat dikatagorikan kita sudah membantu dalam pemberantasan kebodohan.maka untuk teman-tenam mahasiswa mari kita bersama-sama membantu dalam penanganan pemberantasan kebodohan di negeri tercinta kita ini

  12. Lingga Trihasta S pnr elektronika 07 (5215077546)

    Assalamualaikum

    Menurut kesimpulan saya mengenai artikel di atas memanglah sangat memprihatinkan di karenakan nya begitu banyak nya anak anak indonesia putus sekolah hanya karena masalah materi saja.maka bersyukurlah kita karena kita masih bisa mendapatkan kesempatan sekolah sampai ke jenjang perguruan tinggi.sebagai mahasiswa kita harus lah ikut serta dalam pemberantasan kebodohan di negeri kita ini.

  13. FATHURACHMAN PNR Teknik Elektronika 07

    Pendapat saya dengan artikel ini. membuat saya prihatin dengan adanya anak-anak yang hidup dijalanan sehingga saya ingin membantunya untuk mengurangi anak yang bekerja dijalanan seperti: mengamen, mengemis, mencopet bahkan dan hal-hal yang buruk lainnya. dengan menambah kegiatan yang lebih bermanfaat, berguna dan baik untuk kehidupan dan masa depan mereka. selain itu kita dapat sharing dengan teman-teman kita untuk membahas mengurangi pekerja anak jalanan yang ada di Indonesia.dan harus didukung oleh pemerintah juga, Karena anak usia dini adalah aset yang berharga untuk memajukan bangsa.Semua itu harus bertanggung jawab sebagai sesama manusia dan sebagai orang yang diberi kelebihan oleh Tuhan untuk memajukan masa depan yang lebih indah.

  14. Nama : Wawan sari
    No.reg : 5215077534
    PNR S1 Elektronika 07

    Anak jalanan adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan, namun masih memiliki hubungan dengan keluarganya. Tapi hingga kini belum ada pengertian anak jalanan yang dapat dijadikan acuan bagi semua pihak.Ditengah ketiadaan pengertian untuk anak jalanan, dapat ditemui adanya pengelompokan anak jalanan berdasar hubungan mereka dengan keluarga. Pada mulanya ada dua kategori anak jalanan, yaitu children on the street dan children of the street. Namun pada perkembangannya ada penambahan kategori, yaitu children in the street atau sering disebut juga children from families of the street.Pengertian untuk children on the street adalah anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan yang masih memiliki hubungan dengan keluarga. Ada dua kelompok anak jalanan dalam kategori ini, yaitu anak-anak yang tinggal bersama orangtuanya dan senantiasa pulang ke rumah setiap hari, dan anak-anak yang melakukan kegiatan ekonomi dan tinggal djalanan namun masih mempertahankan hubungan dengan keluarga dengan cara pulang baik berkala ataupun dengan jadwal yang tidak rutin.Children of the street adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh atau sebagian besar waktunya di jalanan dan tidak memiliki hubungan atau ia memutuskan hubungan dengan orangtua atau keluarganya.Children in the street atau children from the families of the street adalah anak-anak yang menghabiskan seluruh waktunya di jalanan yang berasal dari keluarga yang hidup atau tinggalnya juga di jalanan.

  15. Haris Triyono PNR elka 07 ( 5215077522)

    Setelah saya membaca artikel diatas yang mengatakan bahwa anak jalanan itu adalah anak yang tidak berpendidikan dan identik dengan anak-anak nakal. Sebetulnya tidak semua anak jalan itu tidak berpendidikan, ada segelintir anak jalanan yang sudah sadar akan pendidikan. Buktinya ada sekolah gratis yang di khususkan anak-anak jalan dan anak yang tidak mampu, Sekolah Darurat Kartini adalah sekolah gratis untuk para anak jalanan dan anak yang tidak mampu. Sekolah itu berdiri berkat seseorang relawan yang mempunyai kelebihan rizkinya dan ingin membantu pendidikan di Indonesia khusunya bagi para anak jalanan dan para anak yang tidak mampu. Sekolah tersebut tidak hanya mengajarkan pendidikan formal, tetapi sekolah tersebut mengajarkan anak untuk melatih kebisaan yang dia punya dan memberikan praktek-praktek kerja secara langsung dan yang terpenting sekolah itu mengajarkan cara bersopan santun, berakhlak, mendidik anak jalan memiliki budi pekerti yang baik agar terhindar dari perbuatan tercela.
    Sayangnya sekolah ini Cuma ada satu, mungkin jika banyak sekolah-sekolah seperti itu mungkin anak-anak jalanan di Jakarta menjadi berkurang, atau bahkan tidak ada lagi yang dinamakan anak jalanan.

  16. Danu purwanto PNR Elektronika 07 (5215077529)

    menurut saya penanganan untuk para anak-anak jalanan, sebaikanya para pemerintah pusat atau pemerinyah daerah dapat membuat atau mengelola sanggar-sanggar menampung para anak jalanan tersebut agar mereka tidak berkeliaran dijalanan, serta mereka dapat tidur malam yang biasanya dijalanan sekarang mereka didalam rumah. menurut saya cara inilah yang cukup baik untuk membantu para anak-anak jalanan terhindar dari segala kriminalitas. Dan ciptakan suasana yang nyaman dan aman saat berada di sanggar agar para anak-anak jalanan dapat betah dan tidak kembali lagi kejalanan, dan yang terpenting beritahu mereka bahwa jalanan itu tidak baik untuk anak kecil seusia mereka, serta berikanlah pendidikan yang gratis agar dpat diikuti oleh para anak jalanan tersebut.

  17. Giyanto (5215077523) elka 07

    kadang- kadang anak jalanan di identikan sebagai penjahat cilik atau sering disebut setan cilik banyak kalangan. Menurut pendapat saya seorang anak jalanan tidaklah pantas selalu di identikan dengan penjahat kecil karena mereka juga sebenarnya juga sama dengan anak-anak kecil lainnya, tetapi yang membedakan hanyalah status social mereka dan kebanyakan dari mereka memang mengalami masa suram di masa lalunya dan serta kurang kasih saying dari kedua orang tuanya atau keluarga nya sehingga membuat mereka menjadi liar dan sering pula berbuat kejahatan hanya karena demi memenuhi rasa lapar mereka. Tetapi saya punya pengalaman melihat anak jalanan yang uangnya sedang di minta oleh preman penguasa daerah tersebut padahal mereka susah pyah mengumpulkanuang tersebut dengan mengamen bahkan ada yang meminta yang pada akhirnya tidak mereka nikmati sendiri. Dari kejadian tersebut saya saya mengambil kesimpulan bahwa kehidupan ank jalanan memanglah sangat keras dan penuh pengorbanan, jadi tuduhan yang banyak dilontarkan orang-orang disekitar sepertinya tidak adil. Anak jalanan tidak seharusnya kita benci melainkan harus kita sayangi dan kita Bantu apalagi diumur mereka yang kebanyakan masik berumur di bawah 10 tahun seharusnya di umur mereka yang pastinya masih senang-senangnya bermain dan sekolah namun mereka justru bekerja membanting tulang hanya demi memperoleh sesuap nasi. Maka dari itulah seharusnya pemerintah mengadakan penyuluhan langsung ke jalanan guna untuk membantu para anak-anak jalanan untuk memperoleh pendidikan karena dengan pendidikanlah seseorang bisa menjadi manusia yang berguna bagi orang lain di sekitarnya dan berguna bagi nusa dan bangsanya sendiri.

  18. aditya triantoro PNR Elektronika 07 (5215077538)

    Assalammualaikum Wr. Wb.
    Menurut pendapat saya, sebaiknya pemerintah, masyarakat dan lingkungan sekitar membantu anak jalanan dengan memberikan pendidikan dan kesehatan kepada anak jalanan sesuai dengan kemampuan yang kita punya. Dalam hal ini semua golongan yang sudah disebutkan diatas sebaiknya ikut serta memberikan perlindungan bagi anak jalanan dari latar kehidupan yang dialaminya itu baik batin maupun fisiknya. Karena bila ada perlindungan untuknya, anak jalanan menjadi aman dari gangguan yang mengganggunya dalam melakukan kegiatannya.Dengan demikian anak jalanan dapat merubah perilaku mereka dari yang negatif menjadi positif.
    Wassalammualaikum Wr. Wb.

  19. Anak jalanan adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan, namun masih memiliki hubungan dengan keluarganya. Tapi hingga kini belum ada pengertian anak jalanan yang dapat dijadikan acuan bagi semua pihak.
    Lingkungan kehidupan jalanan sangat keras, buruk dan seringkali berimbas pada prilaku negatif anak jalanan. Mereka seharusnya belum mengenal “rokok” tetapi merokok karena lingkungannya demikian. Minuman keras, narkoba dan sex bebas seakan merupakan keadaan yang tak terhindarkan lagi bagi mereka. Mereka menjadi lebih dewasa dari umurnya karena sering melakukan hal-hal yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya sebagai anak-anak.

  20. Ade setiawan PNR Elektronika 07(52150775470

    Dalam menanganani masalah anak jalanan ini banyak cara yang dapat kita lakukan untuk membantu mereka,mungkin mengurangi. kita bisa menyumbangkan sebagian dana, kita kumpulkan dana tersebut untuk mereka gunakan untuk keperluan hidup mereka.Hal ini juga perlu campur tangan pemerintah untuk melakukan hal tersebut dan Hal ini harus disadari oleh semua masyarakat jika kita lihat masa depan generasi muda dan bangsa ini adalah sudah menjadi tanggung jawab kita semua khususnya masyarakat indonesia.Saya akui memang merupakan suatu hal yang sulit untuk membantu mereka,mereka juga jika kita lihat mempunyai tanggung jawab dan beban ekonomui yang harus mereka tanggung.Sebaliknya kita juga tidak bisa hanya diam saja menyaksikan bahwa ada banyak generasi muda kita yang tetap hidup dalam kondisi seperti itu.

  21. Istilah anak jalanan sudah terdengar tidak asing lagi, termasuk di kalangan masyarakat umum. Anak jalanan seringkali dikategorikan dengan gelandangan dan pengemis. Hal ini dikarenakan terbukanya berbagai kemungkinan definisi mengenai anak jalanan. Salah satu definisi menyebutkan bahwa anak jalanan merupakan “seseorang yang berumur dibawah 18 tahun yang menghabiskan sebagian atau seluruh waktunya di jalanan dengan melakukan kegiatan-kegiatan guna mendapatkan uang atau mempertahankan hidupnya”.mengingat anak sebagai aset dan generasi penerus bangsa. Salahsatunya adalah dengan meningkatkan pelayanan pendidikan bagi anak-anak jalanan. Pendidikan yang dimaksudkan disini adalah pendidikan formal sebagaimana yang dicanangkan pemerintah dalam Gerakan Wajib Belajar 9 tahun dan tentu saja dengan biaya pendidikan gratis atau murah bagi anak-anak jalanan yang memiliki keluarga miskin.
    Selain pendidikan formal, pemerintah juga sebaiknya meningkatkan pembinaan keterampilan sebagai sebuah bentuk pendidikan non formal bagi anak-anak jalanan, diantaranya dengan cara memaksimalkan fungsi rumah singgah sebagai tempal berlatih keterampilan mereaka. Sehingga dengan adanya bekal ketermapilan, anak-anak jalanan ini akan mempunyai modal untuk bekerja yang lebih baik, tanpa harus mengamen atau mengemis lagi.
    Untuk itu, maka pemerintah harus mengalokasikan dana yang lebih besar bagi sektor pendidikan. Subsidi BBM yang telah dicabut, diharpkan dapat teralokasikan dengan baik ke sektor ini. Jangan sampai akibat subsidi dicabut, jumlah anak putus sekolah makin meningkat. Bila demikian halnya maka orang miskin akan semakin miskin dan terlantar.
    Semua ini harus menjadi perhatian bagi kita semua dan pemerintah khususnya, sehingga anak-anak yang biasa mangkal di lampu merah, mall, terminal, pasar dan sebagainya pada jam-jam sekolah, kini bisa menikmati bangku sekolah juga.

  22. Rendi Irwanto PNR ELKA 07 (5215077533)

    Mereka bukan anak sekolahan yang bermain di pinggir jalan atau anak gaul yang
    berkumpul bersama teman-temannya untuk mencari sensasi. Mereka adalah anjal
    yang selalu menadahkan tangan, memohon pertolongan, meminta rupiah dari
    pengguna jalan yang berhenti di lampu merah.

    Dari pagi hingga malam hari, dihabiskan hanya untuk mencari uang demi
    mengepulkan asap dapur di rumahnya. Berbagai cara mereka lakuakan untuk
    mendapatkan rupiah dari pengguna jalan. Mulai dari merintih karena kelaparan
    sampai menyanyi untuk menghibur orang yang berhenti di lampu merah.

    Di usia mereka adalah masa bermain dan belajar untuk meraih angan serta
    cita-cita. Tetapi, mereka tidak seberuntung anak yang lain dalam menjalani
    hidup dengan bermain dan menuntut ilmu pengetahuan sebagai bekal hari esok yang
    lebih baik.Mereka tidak dapat bersekolah. Hanya hidup dengan meminta-minta, sehingga
    mereka tidak mempunyai kesempatan untuk meraih cita-cita. Kalau kita bersama
    dapat menyikapi anjal itu dengan arif dan bijak untuk membantu mereka keluar
    dari krisis ekonomi sehingga dapat bersekolah, maka bukan tidak mungkin dua
    puluh tahun akan datang mereka adalah pemimpin negeri ini.

  23. FATHURACHMAN PNR Teknik Elektronika 2007

    Penggusuran membawa persoalan pelik bagi anak-anak jalanan untuk mendapatkan hak pendidikan dan pengajaran. Anak-anak yang orang tuanya terkena gusuran, banyak kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan. Padahal, pemerintah menyatakan, negara kita yang memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak.
    Ditambahkan, saat ini memang belum ada pendidikan khusus bagi anak-anak jalanan. Tapi anak jalanan ingin agar pemerintah memperhatikan pendidikan termasuk kesejahteraannya dan pihaknya siap
    untuk membantu mengurangi anak jalanan.Sesungguhnya bentuk sekolah atau pendidikan yang pas untuk anak jalanan tidak harus sekolah formal atau memberikan fasilitas pendidikan khusus lainnya. Model pendidikan bagi anak jalanan dapat berupa sanggar atau kelompok.

  24. windy (5215070253)

    Untuk mengatasi masalah ini, menurut saya seharusnya dibuat rumah singgah yang nyaman untuk mereka, dan sebaiknya mereka diberi pendidikan, ketrampilan, kesehatan dan tempat yang layak untuk tinggal. Dan semoga ada suatu lembaga yang bisa mengulurkan tangannya untuk mereka.

  25. irfan mubarok PNR elka07 (5215077548)

    Program yang dikembangkan dalam LSM Bahtera yaitu pemberdayaan anak jalanan dan keluarganya. Adapun tujuan yang akan dicapai adalah (1) anak jalanan dapat melanjutkan sekolahnya, (2) anak jalanan dapat memperoleh keterampilan kerja produktif dan bekerja secara layak, dan (3) terjadinya peningkatan kondisi sosial ekonomi keluarga anak jalanan, sehingga mampu menarik anaknya dari jalanan. Dalam pelaksanaannya mengembangkan kerja sama dengan instansi pemerintah seperti Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pendidikan dan Dinaskebudayaan

  26. irfan mubarok PNR elka07 (5215077548)

    anak jalanan janganlah dianggap sepele karena mereka juga mempunyai segudang bakat yang dapat merubah nasib mereka
    tetapi sangat memprihatinkan bahwasanya pemerintah kurang peduli dengan derita yang menimpa anak-anak jalanan
    anak jalanan bukanlah sampah masyarakat tetapi mereka semua adalah anak yang dapat mewujudkan cita-cita bangsa

  27. Fahmi Amran (5215077528) Pend. Teknik Elektronika 07

    Assalammualaikum Wr.Wb.
    Menurut pendapat saya tentang artikel yang saya baca yaitu sangat prihatin sekali terhadap anak jalanan. Dimana anak jalanan tidak mendapat tempat yang layak dari pemerintah. Seharusnya pemerintah bertanggung jawab kepada anak jalanan bagaimana memberikan mereka dengan pendidikan yang layak dan memberikan arahan kepada anak jalanan bahwa pendidikan itu sangat penting sekali bagi masa depan mereka.Oleh karena itu, sebaiknya pemerintah membangun sekolah untuk anak jalanan ditempat yang sering dilakukan anak jalanan secara gratis.

  28. hafis Rizki R (5215077517) PNR Pend. Teknik Elektronika

    Menurut pendapat Saya,

    Anak jalanan itu harus kita bina agar menjadi orang yang berguna bagi masyarakat khususnya bangsa Indonesia. dan juga Peranan Pemerintah sangatlah besar untuk mencapainya. Maka kita juga harus membantunya dengan sekuat tenaga kita.

    Dengan ketrampilan anak jalanan mempunyai keahlian khusus sesuai dengan bakatnya. Dan dapat membantu perekonomian keluarganya yang kurang mampu untuk membiayai kebutuhan rumh tangganya yanglemah. Seperti membuat lembaga kursus yang siap pakai dan disalurkan kepada perusahaan yang berkerja sama dengan pemerintah. Dan yang penting tanpa dipungut biaya alias gratis. Dengan begitu anak jalanan akan berpikir kritis dalam menghadapi masa depannya dan mengurangi pengangguran, kemiskinan Negara kita.

    Dan anak jalanan harus disediakan tempat tinggal bagi yang tidak mempunyai tempat tinggal. Dan tempat itu dikelola oleh petugas yang berwenang demi mengatur kelangsungan hidupnya. Karna, kebanyakan anak jalanan itu banyak di kelola oleh para preman-preman.

  29. AGUNG PRASETYO RINALDI

    AGUNG PRASETYO RINALDI
    5215077530
    PNRS1 ELEKTRONIKA 07

    Jadi, upaya pemberdayaan kepada anak-anak jalanan semestinya terus digalakkan melalui berbagai penyelenggaraan program pendidikan luar sekolah (misalnya : Kejar Paket A, Kejar Paket B, Kejar Usaha, bimbingan belajar dan ujian persamaan, pendidikan watak dan agama, pelatihan olahraga dan bermain, sinauwisata, pelatihan seni dan kreativitas, kampanye, forum berbagi rasa, dan pelatihan taruna mandiri).

    Penyelenggaraan program tersebut seyogyanya menerapkan partisipasi/kolaborasi maksimal, yaitu melibatkan berbagai pihak secara lintas sektoral, lintas disiplin ilmu, dan lintas kawasan dalam kerjasama secara maksimal, baik para akademisi maupun praktisi.

    Anak jalanan masih berpeluang untuk mengubah nasibnya melalui belajar; karena itu perlu menggali sumber atau pendukung program. Agar anak-anak jalanan mau mengikuti program, maka sumber belajar harus bersikap empati dan mampu meyakinkan kepada mereka, bahwa program pendidikan tersebut benar-benar mendukung pengembangan diri mereka. Untuk itu, penguasaan terhadap karakteristik dan kebutuhan belajar anak-anak jalanan akan sangat membantu para sumber belajar untuk bersikap empati kepada mereka.

  30. Kurnia_E07(5215070249)

    Problem anak jalanan memang cukup berat seluruh masyarakat seharusnya mempunyai kesadaran untuk membantu anak jalanan supaya tidak putus sekolah dan memberikan perhatian yang lebih karena anak jalanan sebenarnya perlu perhatian, kasih sayang karena mereka tidak mendapatkan kasih sayang itu dari keluarganya dan memberikan pengertian kepada mereka betapa tidak layaknya hidup dijalan maka kita harus berusaha untuk memajukan diri mereka supaya berhasil dan menjadi orang yang menghasilkan sesuatu dan dapat membantu orang yang sependeritaan dengan kita supaya bisa sama-sama berhasil dalam menjalani kehidupan dan jangan mau kalah dengan orang yang mampu. Pemerintah juga benar-benar harus memperhatikan masalah ini karena sangat penting sekali, pemerintah harus bekerja keras dalam mengatasi anak jalanan karena anak jalanan sesungguhnya anak yang mempunyai potensi untuk memajukan bangsa ini, anak jalanan bukan tidak ingin sekolah tapi karena keadaan mereka, lingkungan mereka yang mengajarkan mereka untuk menjadi anak jalanan. Seharusnya pemerintah memberikan pendidikan gratis untuk anak jalanan apalagi untuk anak jalanan yang berprestasi. Jangan jadikan anak penerus bagsa ini bobrok karena kita tidak memperhatikan mereka. Pemerintah bekerja sama dengan LSM untuk memberikan keterampilan kepada anak jalanan supaya mereka dapat menghasilkan uang halal tanpa harus mengerjakan hal-hal yang negatif. Pemerintah juga harus memberikan tempat (penampungan) untuk anak jalanan berteduh dengan layak dan mereka bisa menjalankan pendidikan mereka dengan baik dan menjadi orang yang bisa memberikan kebanggaan kepada negara karena mereka menjadi orang yang berhasil. Sekolah juga harus memberikan motivasi kepada mereka tentang pentingnya pendidikan itu untuk masa depan mereka. Sekolah juga harus mengajarkan kepada mereka betapa pentingnya mendekatkan diri kepada Yang Maha Esa Alllah SWT karena berkat Karunia-Nya kita hidup didunia ini walaupun kita berada dalam keadaan susah Allah pasti berada didekat kita dan membantu kita. Pemerintah juga memberikan perhatian dan pengertian kepada rakyat bahwa anak itu bukan untuk menghasilkan uang saja tetapi untuk memperoleh pendidikan yang baik dan untuk masa depan mereka, jangan sia-siakan kehidupan mereka didunia ini hanya untuk keinginan orang tua saja.

  31. Bagi seorang anak jalan pendidikan ( sekolah ) merupakan hal yang jauh dari angan – angan ( tak terpikirkan ). Karena bagi mereka pendididkan hanya menghabiskan waktu dan uang. Sedangkan dengan berada dijalan mereka dapat menghasilkan uang untuk mereka sendiri. Dan mereka pun sering melakukan hal – hal yang negatif yang membuat kita semakin tidak menyukai ketika melihatnya.
    Pada hal ini memerlukan penanganan yang cukup serius, baik dari pihak pemerintah maupun masyarakat. Sebaiknya anak-anak jalanan ini dibina dan dibimbing dengan memberikan mereka keahlian – keahlian yang dapat berguna untuk mereka dalam kehidupan. Berupa pendidikan non formal ( bidang keahlian ), seperti membuat makanan ringan, menjahit baju, reparasi kendaraan, dan lain sebagainya. Tentu saja hal ini sangat tidak mudah untuk dilakukan mengingat mereka merupakan anak-anak yang terbiasa bebas dan terlepas dari semua aturan yang ada.

  32. jan_elektro_5115072376

    Menurut saya, anak jalanan juga butuh pendidikan. Walau bagaimanapun latar belakang mereka atau seburuk apapun mereka, mereka harus tetap mendapatkan pendidikan. Yang dimana hal itu dapat mengurangi jumlah anak jalanan. Dan yang bertanggung jawab adalah Negara. Seperti yang tertulis dalam UUD 1945.

  33. Anak jalanan masih berpeluang untuk mengubah nasibnya melalui belajar; karena itu perlu menggali sumber atau pendukung program. Agar anak-anak jalanan mau mengikuti program, maka sumber belajar harus bersikap empati dan mampu meyakinkan kepada mereka, bahwa program pendidikan tersebut benar-benar mendukung pengembangan diri mereka. Untuk itu, penguasaan terhadap karakteristik dan kebutuhan belajar anak-anak jalanan akan sangat membantu para sumber belajar untuk bersikap empati kepada mereka.

  34. Fenomena social anak jalanan memang benar2 terlihat sangat nyata di kota2 besar seperti Jakarta yang padat dengan penduduk, apalagi krisis di Indonesia yang berkepanjanagn semakin tahun bukannya bertambah baik malah semakin bertambah buruk. Dan dalam masalah ini juga sangat dibutuhkan bantuan masyarakat untuk dapat sedikit saja peduli pada nasib anak jalanan, jangan hanya karena mereka bukan keluarga kita lantas tidak diperdulikan. Sesungguhnya bila kita dapat menyadarinya anak2 jalanan adalah juga penerus bangsa Indonesia, generasi muda yang ditangan merekalah masa depan Indonesia ini sangat ditentukan. Mereka tidak ingin hidup bergelimpangn harta, mereka hanya menginginkan hak mereka sebagai seorang anak dapat terpenuhi, terutama yang terpenting adalah keluarga. Maka, sanagt disayangkan bila potensi yang dimiliki anak2 jalanan ini jadi terbuang percuma. Bisa saja dari sinilah lahir seorang pemimpin bangsa yang bakal memimpin Negara ini kelak.

  35. anggraEni_e07(5115072382)

    Fenomena social anak jalanan memang benar2 terlihat sangat nyata di kota2 besar seperti Jakarta yang padat dengan penduduk, apalagi krisis di Indonesia yang berkepanjanagn semakin tahun bukannya bertambah baik malah semakin bertambah buruk. Dan dalam masalah ini juga sangat dibutuhkan bantuan masyarakat untuk dapat sedikit saja peduli pada nasib anak jalanan, jangan hanya karena mereka bukan keluarga kita lantas tidak diperdulikan. Sesungguhnya bila kita dapat menyadarinya anak2 jalanan adalah juga penerus bangsa Indonesia, generasi muda yang ditangan merekalah masa depan Indonesia ini sangat ditentukan. Mereka tidak ingin hidup bergelimpangn harta, mereka hanya menginginkan hak mereka sebagai seorang anak dapat terpenuhi, terutama yang terpenting adalah keluarga. Maka, sanagt disayangkan bila potensi yang dimiliki anak2 jalanan ini jadi terbuang percuma. Bisa saja dari sinilah lahir seorang pemimpin bangsa yang bakal memimpin Negara ini kelak…

  36. setelah saya membaca artikel diatas,memang benar nasib anak jalanan begitu memperihatinkan. seharusnya anak-anak seperti itu sedang belajar disekolah atau bermain dengan anak-anak seusianya bukan berkeliaran ditengah jalan mencari uang untuk sesuap nasi atau menangung biaya hidup kelurganya.sebaiknya pemerintah mulai bertindak tegas dalam mengatasi hal ini karena walupun anak jalanan memiliki latar belakang yang kurang dari segi ekonomi tetapi belum tentu mereka tidak mempunyai bakat-bakat yang istimewa sebagai penerus bangsa.menurut saya sebaiknya pemerintah menyadiakan sekolah gratis untuk anak jalanan, dan menyediakan lahan pekerjaan yang menambah kreativitas mereka, tentunya pekerjaan tersebut aman bagi anak-anak.

  37. wiwin kurniati E07

    Sebaiknya pemerintah mengambil tindakan tentang pendidikan anak jalanan, yaitu dengan upaya diadakannya sekolah gratis yang tempatnya dekat dengan jalanan, sehingga dapat terjangkau oleh anak- anak jalanan, dan diberitahukan kepada semua anak jalanan agar bersekolah dan dilarang untuk berkeliaran di halte,mall,dan di stasiun.sehingga aparat pemerintah tidak lagi melakukan penggarukan. Tetapi dengan menyuruh bersekolah, pemerintahpun harus memberitahukan sehabis lulus sekolah anak-anak jalanan akan mendapatkan pekerjaan yang layak.

  38. rinda _E07(5115072383)

    sangat banyak kita temukan anak-anak jalanan yang putus sekolah karena orang tuanya tidak mampu membiayai anaknya untuk sekolah,adapun anak-anak jalanan yang dapat terus melanjutkan sekolahnya dengan membagi waktunya antara sekolah dengan mencari uang untuk membantu keluarganya. memang kebanyakan anak-anak jalanan tersebut putus sekolah dan menghabiskan waktunya dijalanan. sebaiknya anak-anak jalanan tersebut dibuatkan sekolah pendidikan non formal dengan membimbing dan membina anak-anak tersebut dengan berbagai macam keahlian dan sumber pengetahuan agar mereka tetap meneruskan pendidikannya daripada menghabiskan waktu dijalanan…

  39. verraseli_5115072394

    Tidak dapat dipungkiri bahwa daerah perkotaan merupakan daerah tumbuh suburnya anak-anak jalanan. Diantara mereka ada yang bekerja sebagai pengamen, pengemis bahkan beberapa diantaranya menjadi preman, pencuri dll. Bahkan sekarang terjadi fenomena penculikan anak-anak di bawah umur untuk dijadikan anak jalanan yang dilakukan oleh sekelompok orang kemudian nantinya anak-anak tersebut dipekerjakan sebagai pengamen, pengemis dll. Anak-anak jalanan sangat erat kaitannya dengan kemiskinan dan masalah keluarga. Saya berharap pemerintah, LSM, lembaga pendidikan dapat memperhatikan hal ini dengan memperbanyak sekolah gratis khusus untuk anak jalanan, bagaimanapun juga anak jalanan perlu mendapatkan pendidikan formal karena masa anak-anak adalah untuk bermain dan belajar.

  40. Hanto Sujatmiko_T.Elektro_5115072374

    Mungkin kita tidak asing lagi mendengar kata “Anak Jalanan”, lebih-lebih di kota metropolitan seperti kota Jakarta ini. Mungkin kita setiap hari bisa melihatnya, misalnya, pengamen, pengemis, pemulung dll. Sebenarnya mereka tidak menghendaki untuk menjadi seperti ini, tetapi ada beberapa faktor yang menyebabkannya, antara lain, ditelantarkan oleh orang tuanya, putus sekolah, dll. Mereka biasanya dekat sekali dengan kemiskinan, kekurangan gizi, putus sekolah kehilangan kasih sayang dll. Ini adalah masalah bagi kita semua, sebaiknya pemerintah dan masyarakat bisa mencari solusinya, supaya anak jalanan bisa berkurang, kalau bisa sampai tidak ada sama sekali. Dan mereka bisa mendapat pendidikan yang layak.

  41. arief neiriza_elektro_5115072377

    Anak – anak jalanan adalah merupakan korban dari berbagai hal, yang paling umum adalah karena faktor kemiskinan keluarganya. Sehingga anak tersebut menjadi putus sekolah. Sebaiknya pemerintah harus cepat memperbanyak sekolah – sekolah yang gratis, sehingga anak – anak jalanan tersebut dapat bersekolah tanpa harus memikirkan biaya untuk sekolah. Di harapkan setelah semakin banyaknya sekolah – sekolah gratis, jumlah populitas anak jalanan dapat di tekan seminim mungkin. Dan memberikan support kepada mereka agar mau kembali bersekolah. Sehingga anak tersebut dapat menaikkan taraf perekonomian keluarganya setelah anak tersebut dewasa.

  42. jayani ahmad (5115072381)

    bicara soal anak jalanan saya jadi teringat oleh seseorang yang saya kenal namanya hardi, ia termasuk seseorang yang hidup dijalanan dengan mencari sesuap nasi atau nafkah untuk sehari-harinya. pada saat itu akupun merasa sungguh perihatin padanya, karena dia belum cukup umur maklum (15 tahun)yang dimasa hidupnya Anak semestinya diberi ruang yang luas untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan masa pertumbuhannya menuju kematangan dan kemandirian malah sebaliknya. Anak-anak yang hidup di jalanan atau yang melakukan kegiatan di jalanan, sangat rentan dengan perlakuan kekerasan dan eksploitasi. Sudah menjadi hukum di jalanan, siapa yang kuat merekalah yang menang. Masa anak-anak yang mestinya dihiasi dengan keceriaan dan kemanjaan, terpaksa harus berjuang sendirian mempertahankan hidup. Fisik dan jiwa yang masih rentan, secara terpaksa harus berhadapan dengan dunia yang keras dan kejam, yaitu dunia jalanan. menurut saya disinilah perlu adanya peran orang tua dalam membimbing serta nenjaga dan merawat anak tersebut sehingga lupa akan dunia jalanan dan tak luput pula komnas perlindungan anak dan pemerintah yang bergegas tepat dan cepat dalam mengambil keputusan yang baik dalam kepeduliannya.
    ingat anak jalanan itu juga titipan Allah SWT pada ortunya dan kita selaku masyarakat yang baik pun ikut turut kepedulian dalam membantu serta menjaganya.

  43. Muhammad Zikri Alim Lubis_5115072396

    Program wajib belajar 9 tahun didasari konsep”pendidikan” dasar untuk semua” (universal basic education), yang pada hakekatnya berarti penyediaan akses yang sama untuk semua anak. Tujuan yang ingin dicapai dengan program ini adalah merangsang aspirasi pendidikan orang tua dan anak. yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan produktifitas kerja penduduk secara nasional. Pada anak-anak jalanan dengan kondisi sosial mereka yang sangat jauh dari sifat edukatif dan lebih terwarnai dengan dunia kekerasan serta dunia pekerja, sangat dibutuhkan pendidikan dari semua lapisan masyarakat yang berada di sekitarnya. Dukungan materi dengan menjadi orang tua asuh atau dengan pendidikan informal dengan mengajak mereka-mereka yang masih kecil dan anak yang membutuhkan proses pendidikan dasar menjadikan harapan masa depan mereka yang lebih baik dan berarti.
    Ada sedikit penggalan dari aksiologi bagi pendidikan anak jalanan:
    Mengalami zaman yang edan
    Kita sulit menentukan sikap
    Turut edan kita tidak tahan
    Kalau tidak turut edan
    Kita tidak kebagian
    Menderita kelaparan
    Tapi dengan bimbingan Allah
    Betapa bahagia pun mereka yang lupa
    Lebih bahagia yang ingat serta waspada

  44. Turun ke jalan bukanlah sebuah pilihan. Tapi karena himpitan ekonomi. Mereka bersyukur sekali jika ada yang memberi 1000 atau 500 rupiah, tapi kebanyakan hanya memberi 100 perak. Turun ke jalan seperti terjun ke hutan rimba. Bagi anak jalanan perempuan, pelecehan seksual adalah hal yang paling ditakuti. Sehari dua hari mereka masih selamat dari pelecehan seksual, selanjutnya??
    ada lagi kendala bagi LSM yang menangani hal ini suatu yayasan atau LSM memberikan sekolah gratis bagi anak jalanan mungkin waktunya sangat singkat sekitar 5 atau 6 bulan saja … mereka di berikan pelatihan keterampilan atau semacamnya, nah setelah berlanjut timbul pertanyaan bagi anak – anak jalanan Karena setelah mengikuti pembinaan selama kurang dari 6 bulan mereka bertanya-tanya, “kami harus ke mana dan menjadi apa? Haruskah kami kembali lagi ke jalan? Jika nanti kami kembali lagi ke jalan, untuk apa kami cape-cape mengikuti pelatihan ini? nah ini yang jadi masalah dan alhasil percuma lah mereka membuat program pelatihan toh akhirnya anak jalan balik lagi ke jalanan? ini harus di cari solusinya bersama-sama! himbauan dari saya dengan kita berhenti memberikan “uang gampang” ini bukan berarti kita tak punya rasa kasihan, tapi ada hal yang lebih di kasihani lagi apabila si anak jalanan menjadikan hidup dijalan adalah sebuah profesi, dan apabila kita melakuan dengan cara tidak memberikan “uang gampang” ini berarti kita telah menjadi sukarelawan pasif dalam usaha pemulihan hak asasi anak. Disatu sisi kita kasihan melihat mereka namun jika kita memberi uang maka mereka akan tetap seperti itu dan tidak mau menyambut uluran tangan dari yayasan-yayasan atau LSM yang berniat membantu mereka. Di sisi lain dengan tidak memberikan uang maka kita berharap masa depan mereka akan lebih baik dari sekarang ini.

    Bagaimana menurut anda? Stop beri uang langsung pada mereka atau tetap memberi uang dengan keyakinan rejeki mereka datang melalui jalanan seperti harapan sebagian anak jalanan?

  45. Sugeng Hartanto_5115072395

    Menurut pendapat saya, Anak jalanan umumnya berasal dari keluarga yang pekerjaannya berat dan ekonominya lemah. Keadaan kota yang padat penduduknya dan banyak keluarga bermasalah membuat anak yang kurang perhatian, kurang pendidikan serta kurang kasih sayang menjadikan mereka lebih sering bermain diluar untuk bersenang-senang dengan teman sebayanya. Hal ini cenderung menjadikan akar permasalahan dari menjamurnya anak jalanan saat ini. Banyak dari mereka putus sekolah karena kekurangan biaya untuk melanjutkan ketingkat selanjutnya. Hal ini mejadi tanggung jawab kita untuk dapat memberikan yang kita mampu agar mereka menjadi manusia yang lebih berguna. Kita dapat memebantu mereka dengan mendirikan sekolah di tempat mereka biasa tinggal atau menetap. Pengajaran diberikan dengan berbagai pelatihan-pelatihan agar mereka tidak turun ke jalan lagi. Membuat barang-barang daur ulang amat bermanfaat guna memenui kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Dengan skill yang mereka miliki kelak tentu kehidupannya pun dapat lebih terjamin.

  46. Saiful_5115072384

    fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara… Ya, ini salah satu bunyi pasal 34 UUD 1945. Termasuk juga anak-anak jalanan, mereka butuh penghidupan yang layak. Mereka juga butuh pendidikan sebagaimana anak pada umumya. Mereka seperti ini karena mungkin ditelantarkan orang tuanya, himpitan ekonomi dll sehingga mereka putus sekolah dan terlantar di jalanan. Walaupun demikian pemerintah, LSM maupun masyarakat harus tetap memperhatikan pendidikan mereka sebagaimana sudah tercantum dalam UUD 1945. Mungkin dengan memberikan pendidikan non formal, sekolah terbuka yang mangajarkan pada mereka keahlian-keahlian khusus sehingga dapat menjadi bekal bagi mareka.

  47. Johan Paramita (5115072379)

    anak-jalanan sering dipandang negative oleh masyarakat.mereka di kcilkan atau bahkan kehadirannya tidak diterima oleh masyarakat.seharusnya masyarakat atau instansi terkait memberikan sumbangsi berupa pengarahan dan membimbingkan mereka agar mao menjadi warga yang baik bagi orang tua sudah seharusnya meberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup pada anaknya agar tidak terjerumus menjadi anak jalanan.

  48. Sebenarnya sangat disayangkan bila kita melihat anak-anak jalanan yang berkeliaran di jalan-jalan kota di negara ini. Apakah tidak ada yang menanyakan,”Apakah mereka tidak sekolah??”. Padahal, tidak semua dari mereka mengalami kesulitan secara ekonomi. Salah satu faktor yang harus diperhatikan menurut saya adalah karena orang tua mereka kurang memperhatikan mereka. Orang tua mereka tidak melarang mereka melakukan hal tersebut. Mereka tidak diberikan dasar pengajaran yang kuat guna menghadapi hal-hal seperti itu. Akhirnya, mereka malah menjadikan jalanan sebagai ajang mencari hiburan, atau bahkan hanya sebagai tempat pelarian. Tapi saya yakin, bila orang tua dan para aparat yang dibantu masyarakat mau “mensterilkan” jalanan dari anak-anak jalanan, dan menyalurkan mereka ke sekolah-sekolah yang dapat menampung mereka, pasti kota-kota di negara kita menjadi lebih baik…

  49. Fajar B. Zm (5115072380) Elektro '07

    Anak jalanan adalah suatu pemandangan yang biasa dijumpai di sudut-sudut kota besar. Mereka biasanya berkelompok dan membentuk suatu komunitas yang cenderung berperilaku negative. Contohnya adalah meeka yang menamankan dirinya sebagai anak “PUNK”, dan yang lebih mengherankan adalah kelompok anak jalanan ini menyebar di banyak kota. Ini adalah suatu fenomena yang ironi dalam masyarakat social. Dilihat dari aspek apapun anak jalanan adalah suatu permasalahan yang harus dicari jalan keluarnya. Bagaimana agar anak jalanan berkurang dan tidak bertindak menyimpang. Dilihat dari aspek pendidikam anak jalanan juga berhak mendapatkan pengajaran, bagaimana caranya adalah tugas kita sebagai orang yang bergerak dalam dunia pendidikan. Mendidik anak jalanan adalah bukan sesuatu yang mudah, bahkan lebih sulit dari mendidik anak luar biasa. Karena anak jalanan biasanya tidak mau diatur dan sukar menerima sesuatu yang tidak disukainya walaupun itu baik. Oleh krena itu dalam rangka mendidik anak jalanan diperlukan kerja sama yang baik antar pemerintah, dinas social, dinas pendidikan dan masyarakat.

  50. Fajar B. Zm (5115072380) Elektro '07

    Anak jalanan adalah suatu pemandangan yang biasa dijumpai di sudut-sudut kota besar. Mereka biasanya berkelompok dan membentuk suatu komunitas yang cenderung berperilaku negative. Contohnya adalah meeka yang menamankan dirinya sebagai anak “PUNK”, dan yang lebih mengherankan adalah kelompok anak jalanan ini menyebar di banyak kota. Ini adalah suatu fenomena yang ironi dalam masyarakat social. Dilihat dari aspek apapun anak jalanan adalah suatu permasalahan yang harus dicari jalan keluarnya. Bagaimana agar anak jalanan berkurang dan tidak bertindak menyimpang. Dilihat dari aspek pendidikam anak jalanan juga berhak mendapatkan pengajaran, bagaimana caranya adalah tugas kita sebagai orang yang bergerak dalam dunia pendidikan. Mendidik anak jalanan adalah bukan sesuatu yang mudah, bahkan lebih sulit dari mendidik anak luar biasa. Karena anak jalanan biasanya tidak mau diatur dan sukar menerima sesuatu yang tidak disukainya walaupun itu baik. Oleh krena itu dalam rangka mendidik anak jalanan diperlukan kerja sama yang baik antar pemerintah, dinas social, dinas pendidikan dan masyarakat.

  51. Achmad Maulana TE07 [5115072372]

    ” Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara” itu merupakan bunyi dari pasal 34, klo menurut saya pasal tersebut seakan-akan hanya hiasan saja, pemerintah belum bisa merealisasikan pasal tersebut. Banyaknya angka anak jalanan di sejumlah kota – kota besar menurut artikel di atas disebabkan oleh himpitan krisis ekonomi dan penganiayaan. Menurut pendapat saya, masalah ini harus kita selesaikan bersama. beberapa solusi untuk memecahkan masalah ini misalnya dengan :

    >Menyediakan sarana dan prasarana untuk pendidikan dan kursus ketrampilan.

    >Pengadaan pendidikan untuk anak jalanan misalnya dengan mengadakan sekolah terbuka di lingkungan rumah mereka

    >kursus ketrampilan bagi orang tua dan anak – anak yang sekiranya sudah terlambat memperoleh pendidikan

    >kita bisa membantunya dengan menjadi orang tua asuh, agar si anak bisa melanjutkan sekolahnya

    >memberikan bimbingan, binaan dan berikan motivasi agar mereka tidak kembali lg ke jalan dan melakukan hal negatif seperti pnykt aids,narkoba.pergaulan bebas.sexs bebas dll

    Kegiatan diatas harus kita dukung oleh semua lapisan masyarakat, termasuk warga jalanan tersebut.demi masa depan yang lebih baik dan memberantas kebodohan.

  52. bagaimana cara memperbaiki ekonomi anak-anak jalanan?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s