Pengertian Kelompok Etnik Minoritas

Definisi mengenai kelompok minoritas sampai saat ini belum dapat diterima secara universal. Namun demikian yang lazim digunakan dalam suatu negara, kelompok minoritas adalah kelompok individu yang tidak dominan dengan ciri khas bangsa, suku bangsa, agama, atau bahasa tertentu yang berbeda dari mayoritas penduduk. Minoritas sebagai ‘kelompok’ yang dilihat dari jumlahnya lebih kecil dibandingkan dengan jumlah penduduk lainnya dari negara bersangkutan dalam posisi yang tidak dominan. Keanggotaannya memiliki karakteristik etnis, agama, maupun bahasa yang berbeda dengan populasi lainnya dan menunjukkan setidaknya secara implisit sikap solidaritas yang ditujukan pada melestarikan budaya, tradisi, agama dan bahasa.

Sehubungan dengan hal tersebut beberapa wilayah di Indonesia akhir-akhir ini sering muncul kerusuhan sosial yang dilatarbelakangi etnis dan agama. Hal ini merupakan masalah yang sangat serius apabila tidak segera diselesaikan akan dapat mengancam terjadinya disintegrasi bangsa. Oleh karena itu, permasalahan yang dihadapi berbagai daerah di Indonesia adalah masih banyak terjadi diskriminasi terhadap hak-hak kelompok minoritas, baik agama, suku, ras dan yang berkenaan dengan jabatan dan pekerjaan bagi penyandang cacat, sehingga sampai saat ini dirasakan masih ‘belum terpenuhinya hak-hak kelompok minoritas’.

Permasalahan yang dihadapi di berbagai daerah Indonesia adalah masih banyak diskriminasi terhadap kelompok minoritas baik etnis maupun agama, padahal mereka sebagai masyarakat atau suku bangsa harus diberlakukan sama dengan kelompok mayoritas lainnya.

Dalam rangka pemajuan dan perlindungan kaum minoritas antara lain adanya larangan diskriminasi karena diskriminasi berdampak negatif pada kaum minoritas secara politik, sosial, budaya dan ekonomi serta merupakan sumber utama terjadinya ketegangan. Diskriminasi berarti menunjukan perbedaan, pengecualian, pembatasan atau pengistimewaan apapun berdasarkan alasan seperti ras, warna kulit, bahasa, agama atau asal-usul kebangasaan atau sosial, status kelahiran atau status lainnya, yang mempunyai tujuan atau pengaruh untuk meniadakan atau merusak pengakuan, penikmatan, pemenuhan semua hak dan kebebasan dari semua orang yang setara.

Rambu-rambu perlindungan yang penting yang akan menguntungkan kaum minoritas mencakup pengakuan sebagai pribadi dihadapan hukum, persamaan dihadapan badan-badan pengadilan, persamaan dihadapan hukum, perlindungan hukum yang sama disamping hak penting seperti kebebasan beragama, menyatakan pendapat dan berserikat.

Dalam hubungan ini telah banyak diberlakukan berbagai peraturan perundangan sebagai instrumen hukum dan HAM nasional disamping instrumen HAM Internasional,

seperti: (a) Konvenan Internasional Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Ras 1965 (Pasal 1); (b) Deklarasi UNESCO tentang Ras dan Prasangka Ras 1978 (Pasal 1, 2 dan 3); dan (c) Deklarasi Berdasarkan Agama dan Kepercayaan 1981 (Pasal 2).

Sedangkan penjelasan ketentuan umum Undang-undang Hak Asasi Manusia No. 39 tahun 1999, diskriminasi adalah pembatasn, pelecehan atau pengucilan yang langsung ataupun tak langsung didasarkan pada perbedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik,kelompok, golongan, status sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa yang berakibat pengurangan, penyimpangan atau penghapusan pengakuan, pelaksanaan HAM dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik individual maupun kolektif dalam bidang ekonomi, sosial, budaya dan aspek kehidupan lainnya. Secara normatif bentuk perlindungan hukum telah diatur melalui instrumen internasional maupun nasional yang berkaitan dengan HAM terhadap kelompok minoritas, namun dalam implementasi masih dinilai perlu untuk menjadi perhatian bersama. Hal ini mencakup pola interaksi antara kelompok minoritas dengan kelompok lainnya untuk dilakukan dengan baik berlandaskan azas keterbukaan dan toleransi terhadap tata nilai semua kelompok yang ada di masyarakat.

Sumber : http://www.lfip.org

 

 

 

About these ads

46 responses to “Pengertian Kelompok Etnik Minoritas

  1. niwan PNR elka 07 5215077537

    Negara kita terkenal beraneka ragam budaya sehingga di ketakan bineka tunggal eka , berbeda –beda tetapi tetap sama.Perbedaan ras , suku memanng dapat menjadikan disintegrasi bangsa.Tetapi kalo kita lihat fenomena yang sekarang terjadi yaitu kelompok minoritas bisa juga menjadi dominan di satu wilayah atau negara, di Amerika serikat orang kulit hitam bisa terpilih menjadi presiden Hal itu membuktikan bahwa tidak ada lagi permasalahan akibat perbedaan ras atau warna kulit melainkan karena kemampuan dan kepandaiannya .Lain lagi yang terjadi di negara kita perbedaan suku, ras masih aja di permasalahkan. Bagaimana nasib bangsa kalau masih tetap saja meributkan masalah perbedaan, seharusnya kita bahu membahu untuk maju , negara lain aja bisa mengapa negara kita belum bisa.Hal itu terjadi karena tingkat kesadaran masyarakat masih rendah.

  2. Nama : Ramadani Arifin
    No Reg : 5215 08 5055
    Program : Non regular

    Komentar tentang “Pendidikan Anak Suku Pedalaman”

    Saya perlu adanya persamaan hak dan kewajiban terhadap warga Negara untuk mendapatkan pendidikan.dan pemerintahlah yang mengatur dan membuat system tersebut. Karena tanpa system, Negara akan tidak teratur dan tidak adil. Negara kita beraneka ragam suku, keturunan, agama dan ras yang merupakan salah satu kesatuan NKRI. Sebenarnya kita tidak ada diskriminasi kalau masyarakatnya melihat dari sejarah terbentuknya Negara kita. Sesuai dengan semboyan Negara kita yaitu “bhineka tunggal ika” berbeda-beda tetapi tetap satu. Oleh karena itu, pemerintah melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk melihat dari sisi sejarahnya terbentuk NKRI. Sehingga terciptanya kesadaran berbangsa dan bernegara demi menciptakan rasa persatuan dan kesatuan Negara kita. Dan mencegah terjadi disintegrasi bangsa.

  3. Assalamualaikum

    Dalam materi di atas kita tidak sepenuh nya bersalah dalam ketidak merataannya pendidikan di kalangan minoritas di karenakannya tidak semua suku padalaman dapat menerima era globalisasi yang di inginkan oleh pemerintahan pusat misalkan suku BADUI pedalaman mereka tidak mau mengikuti kemajuan zaman di dunia terbuka mereka hanya ingin tumbuh dengan cara adatnya sendiri.dalam hal ini kita tidak bisa memaksakan kehendak kita dalam pemerataan yang dilakukan oleh pemerintah karena kita sebagai orang yang berpendidikan harus lah memahami kehendak mereka dalam menentukan pilihan mereka.
    Tidak lepas begitu saja kita janganlah berputus asa tetaplah melakukan penjelasan terhadap mereka dengan cara tidak memaksakan dan tidak mengucilkan mereka karena pada dasarnya mereka dapat perlindungan yang sama sebagai warga negara dan keberadaan mereka pun dilindungi sepenuhnya oleh pemerintah.

  4. Jaka Mulyadi PNR Elektronika 07 (5215077524)

    Jika kelompok minoritas sudah pasti ada kelompok mayoritas, dimana kelompok minoritas dikuasai oleh kelompok mayoritas, seperti yang dicontohkan oleh artikel tersebut. Pada artikel tersebut dikatakan bahwa kaum minoritas selalu dirugikan, dibedakan, dilecehkan dan lain sebagainya yang intinya selalu dirugikan. Itu yang bisa saya simpulkan dari artikel ini, tetapi saya punya pandangan lain mengenai kaum minoritas dan mayoritas, dimana justru kaum mayoritas yang dikuasai dan dipengaruhi oleh kaum minoritas. Langsung saja saya ambil contoh, di Indonesia mayoritas kita adalah kaum muslimin. Tetapi pada kenyataanya yang mempengaruhi kehidupan dan moral bangsa justru orang-orang non muslim yang notabene masyarakat minoritas ( maaf bukannya mau menjelekan atau menyalahkan suatu kepercayaan lain ). Hal itu bisa kita lihat, perbuatan zina ada dimana-mana, kemudian hukum Negara dipermainkan, sedangkan hukum syariah diabaikan, dan lain sebagainya yang merusak moral bangsa. Sebelumnya sekali lagi disini saya bukan mau menjelekkan suatu kepercayaan atau menyalahkan suatu kepercayaan, karena kerusakan moral itu tidak hanya disebabkan dari luar saja tetapi dari dalam diri masing-masing individu pun mempengaruhi, tapi yang ingin saya tekankan adalah bahwa tidak hanya kaum minoritas saja yang bisa dipengaruhi dan dikuasai oleh kaum mayoritas, tapi juga kaum mayoritas bisa juga dipengaruhi oleh kaum minoritas.
    Maaf jika ada pendapat saya yang kurang berkenan,sekali lagi bukan maksud saya untuk membandingkan suatu keprcayaan, tapi saya hanya mengambil dari fakta yang terjadi di lapangan. Terima kasih.

  5. Eko budiono PNR Elektronika 07 ( 5215077520)

    Kelompok etnik minoritas adalah suatu kelompok atau suku atau ras terkecil yang yang berada di suatu tempat atau wilayah, maksud terkecil adalah jumlah mereka memang lebih sedikit dari ada kelompok etnik lainnya. Kelompok etnik yang lebih banyak atau lebih menguasai disebut kelompok mayoritas dan biasanya kelompok ini lebih mendominasi dari pada kelompok minoritas karena jumlah mereka yang lebih banyak. Menurut yang saya baca di artikel di luar negeri misalkan di Amerika Serikat sering terjadi perbedaan atau sering disebut diskriminasi, disana kelompok etnik orang berkulit putih lebih mendominasi dari pada kelompok etnik orang berkulit hitam baik di bidang sekolah bahkan sampai ke politik, hal ini tentunya sangat disayangkan padahal kelompok etnik di negara Amerika tidak sebanyak kelompok etnik di negara Indonesia yang terdiri dari banyak suku, ras, agama dan masik banyaklainnya namun negara indonesia tetap mengakui persatuan dan kesatuan. Namun belakangan ini rasa persatuan dan kesatuan negara ini perlahan-lahan memudar, bisa di contohkan belakangan ini banyak terjadi kerusuhan di Ambon yang di latar belakangi masalah etnis dan agama. Hal ini tentunya harus diwaspadai oleh pemerintah dan masyarakat di seluruh indonesia karena kerusuhan ini bisa sedikit demi sedikit mulai bisa memecah belah persatuan yang pada akhirnya negara indonesia akan terpecah belah dan akhirnya semboyan “Bineka Tunggal Ika” tidak lagi di jadikan pedoman bagi masyarakat indonesia. Maka dari itu harus semestinya pemerintah harus bersikap tegas khususnya kepada dalang yang memprofokator terjadinya kerusuhan ini dan segera menangkapnya agar masalah perbedaan etnis dan agama di negara Kesatuan Indonesia segera mereda.

  6. Haris Triyono PNR elka 07 ( 5215077522)

    Menurut saya setiap manusia mempunyai haknya untuk hidup dimanapun dia berada, seharusnya sekelompok etnik mayoritas tidak mendiskriminasikan kaum minoritas, seharusnya kaum mayoritas bisa lebih bijak menerima perbedaan yang ada pada kaum minoritas, asal tidak mengganggu sistem kaum mayoritas yang telah berjalan. Contohnya perbedaan warna kulit, atau perbedaan ras, suku, adat, agama, tetapi kaum minoritas tersebut tetap mengikuti sistem yang sudah ada yang dibentuk oleh kaum mayoritas, mungkin kaum mayoritas bisa mentolerir perbedaan tersebut, karena setiap manusia diciptakan berbeda-beda.
    Tetapi tidak untuk para sekelompok pemuka agama yang baru-baru ini sedang dipeributkan karena tidak sesuai dengan sestem yang telah dibentuk kaum mayoritas, karena mereka ingin membuat agama baru dan merugikan sekelompok agama lain.
    Tetapi jika semua perbedaan tesebut masih dalam konteks yang wajar mungkin masih ada kebijakan pemerintah untuk merespond dari setiap perbedaan itu.karena peda dasarnya indonesia ialah menganut sistem bhineka tunggal ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

  7. Giyanto (5215077523) elka 07

    Kelompok etnik minoritas adalah suatu kelmpok atau suku atau ras terkecil yang yang berada di suatu tempat atau wilayah, maksud terkecil adalah jumlah mereka memang lebih sedikit dari ada kelompok etni lainnya. Kelompok etnik yang lebih banyak atau lebih menguasai disebut kelompok mayoritas dan biasanya kelompok ini lebih mendominasi dari pada kelompok minoritas karena jumlah mereka yang lebih banyak. Menurut yang saya baca di artikel di luar negeri misalkan di Amerika Serikat sering terjadi perbedaan atau sering disebut diskriminasi, disana kelompok etnik orang berkulit putih lebih mendominasi dari pada kelompok etnik orang berkulit hitam baik di bidang sekolah bahkan sampai ke politik, hal ini tentunya sangat disayangkan padahal kelompok etnik di negara Amerika tidak sebanyak kelompok etnik di negara Indonesia yang terdiri dari banyak suku, ras, agama dan masik banyaklainnya namun negara indonesia tetap mengakui persatuan dan kesatuan. Namun belakangan ini rasa persatuan dan kesatuan negara ini perlahan-lahan memudar, bisa di contohkan belakangan ini banyak terjadi kerusuhan di Ambon yang di latar belakangi masalah etnis dan agama. Hal ini tentunya harus diwaspadai oleh pemerintah dan masyarakat di seluruh indonesia karena kerusuhan ini bisa sedikit demi sedikit mulai bisa mmecah belqah persatuan yang pada akhirnya negara indonesia akan terpecah belah dan akhirnya semboyan “Bineka Tunggal Ika” tidak lagi di jadikan pedoman bagi masyarakat indonesia. Maka dari itu harus semestinya pemerintah harus bersikap tegas khususnya kepada dalang yang memprofokator terjadinya kerusuhan ini dan segera menangkapnya agar masalah perbedaan etnis dan agama dinegara Kesatian Indonesia segera mereda.

  8. Danu purwanto PNR Elektronika 07 (5215077529)

    BHINEKA TUNGGAL IKA pedoman tersebut yang seharusnya kita jadikan acuan, ketika perbedaan yang ada di Indonesia ini melanda, baik yang hitam dan putih, perbedaan Agama, suku serta kaum minoritas dan mayoritas. masyarakat harusnya menumbuhkan semagat persatuan agar tidak ada kaum yang dikucilkan atau di asingkan. jadikan bangsa ini yang satu kesatuan dengan yang lainnya.

  9. M.goeltom PNR elektronika s1 (5215077518)

    bangsa indonesia adalah bangsa yang bersatu,berdaulat ,makmur,dn sentosa,kalimat tersebut adalah kalimat yang ada di batang tubuh pancasila ,akan tetapi jika kita lihat jaman sekar ini sudah banyak yang memisah-misahkan baik secara ras,suku,agama,.dan pebedaan etnis lainya seharunya kita harus memikirkan matang-matang apa seebenarnya arti dan makna kalimat tersebut,di situ sudah ada di jelaskan bahwa nagara indonesia adalah negara yang berdaulat makmur dan sentosa kalau kita pikirkan idak ada yang makmur di bangsaa kita ini yang ada hanya permusuhan dengki dan sirik,inilah yang kita lihat sehari-hari,pada hal negara yang besrsatu apa kah ynag dikatakan bersatu dan apa pula yang dikatakan negara ynag makmur.mulai saat ini kita harus berfikir yang lebih jauh apa yang sebenrnya pangertian dan maksud kaliamt-kalimat yang baru saja kita bahas,sebetulnya kita ini adalah satu untuk memperjuangkan tanah air kita,san saling merangkul satu sama lain agar terciptanya yang ada makna isi di dalam batang tubug pancasila.

  10. Nama : Wawan sari
    No.reg : 5215077534
    PNR S1 Elektronika 07

    Menurut saya, definisi minoritas umumnya hanya menyangkut jumlah. Suatu kelompok dikatakan sebagai minoritas apabila jumlah anggota kelompok tersebut secara signifikan jauh lebih kecil daripada kolompok lain di dalam komunitas. Dari sudut pandang ilmu sosial pengertian minoritas tidak selalu terkait dengan jumlah anggota. Suatu kelompok akan dianggap kelompok minoritas apabila apabila anggota-anggotanya memiliki kekuasaan, kontrol, dan pengaruh yang lemah terhadap kehidupannya sendiri dibanding anggota-anggota kelompok dominan. Jadi, bisa saja suatu kelompok secara jumlah anggota merupakan mayoritas tetapi dikatakan sebagai kelompok minoritas karena kekuasaan, kontrol, dan pengaruh yang dimiliki lebih kecil daripada kelompok yang jumlah anggotanya lebih sedikit.

  11. Kelompok minoritas adalah kelompok yang tidak dominan dengan ciri khas bangsa, agama atau bahasa tertentu yang berbeda dengan mayoritas penduduk
    Oleh karena itu di indonesia sering muncul kerusuhan disana sini yang dilatar belakangi etnis dan agama.
    Masalah yang sering dihadapi di daerah adalah masalah diskriminasi kaum minoritas dalam segala bidang, seharusnya mereka harus diberlakukan sama dengan yang lainya.
    Dalam rangka pemajuan kaum minoritas ini perlu adanya lar4angan deskriminasi karena diskriminasi berdampak negatif pada kaum minoritas secara politik, sosial, budaya dan ekonomi serta merupakan sumber utama terjadinya ketegangan.
    Rambu-rambu perlindungan yang penting yang akan menguntungkan kaum minoritas mencakup pengakuan sebagai pribadi dihadapan hukum, persamaan di hadapan badan-badan pengadilan, persamaan dihadapan hukum,dan mendapatkan perlindungan yang sama dalam hukum

  12. aditya triantoro PNR Elektronika 07 (5215077538)

    Assalammualaikum Wr. Wb.
    Menurut pendapat saya, Perbuatan yang membedakan kelompok minoritas itu kurang terpuji. Karena kita sebagai Negara Indonesia menggunakan slogan Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda – beda namun tetap satu jua. Disinilah kita sebagai bangsa Indonesia yang mempunyai berbagai macam agama, suku, ras, serta bahasa bersatu membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Jadi untuk apa kita membedakan minoritas yang tidak ada gunanya. Namun untuk menghindari dari bahaya diskriminasi terhadap kelompok minoritas. Sebaiknya pemerintah membuat perlindungan yang meghapuskan diskriminasi terhadap kelompok minoritas dalam bentuk
    undang – undang.
    Wassalammualaikum Wr. Wb.

  13. Sebenarnya tidak mudah memberi definisi golongan minoritas. Dapat dikatakan, golongan-golongan minoritas adalah golongan-golongan yang anggota-anggotanya mengalami perlakuan-perlakuan diskriminatif dan seringkali ditempatkan pada kedudukan yang relatif rendah dalam struktur status dari sistim sosial. Status golongan minoritas secara khusus terkaitkan dengan latar belakang ras, suku, agama, budaya, atau bahasa.

    Kaitan dengan berbagai latar belakang itu penting. Dari segi jumlah, apa yang kita mengerti sebagai “golongan atas”, bahkan “menengah atas”, entah dari segi kekayaan, pendidikan, atau kekuasaan, mereka itu juga merupakan “minoritas”. Meskipun begitu, mereka itu tidak biasa disebut kelompok minoritas dalam pengertian yang sama ketika kita berbicara tentang minoritas Tionghoa atau Kristen di Indonesia.

    Contoh-contoh “minoritas” seperti itu di antaranya adalah pemerintahan Presiden Saddam Hussein di Irak, yang berasal dari minoritas Islam Suni. Di Yordania, pemerintahan Raja Hussein berasal dari minoritas Beduin. Rezim apartheid di Afrika Selatan dulu adalah kelompok minoritas kulit putih

  14. Definisi minoritas umumnya hanya menyangkut jumlah. Suatu kelompok dikatakan sebagai minoritas apabila jumlah anggota kelompok tersebut secara signifikan jauh lebih kecil daripada kelompok lain di dalam komunitas. Dari sudut pandang ilmu sosial pengertian minoritas tidak selalu terkait dengan jumlah anggota. Suatu kelompok akan dianggap kelompok minoritas apabila anggota-anggotanya memiliki kekuasaan, kontrol dan pengaruh yang lemah terhadap kehidupannya sendiri dibanding anggota-anggota kelompok dominan. Jadi, bisa saja suatu kelompok secara jumlah anggota merupakan mayoritas tetapi dikatakan sebagai kelompok minoritas karena kekuasan, kontrol, dan pengaruh yang dimiliki lebih kecil daripada kelompok yang jumlah anggotanya lebih sedikit
    Peran pemerintah terhadap tata kehidupan kelompok etnik minoritas sangat berpengaruh. Kebijakan-kebijakan terhadap kaum etnik minoritas secara langsung ataupun tidak langsung mempengaruhi tata pergaulan sosial dalam masyarakat. Beberapa kebijakan yang mungkin dilakukan terhadap kaum minoritas adalah asimilasi, pluralisme, perlindungan legal terhadap kelompok etnik minoritas, pengendalian populasi, penaklukan, dan pemusnahan atau penjinakan. Kebijakan asimilasi dilakukan baik melalui paksaan ataupun sebagai suatu anjuran. Etnis Cina misalnya, melakukan asimilasi terhadap etnis lain di Indonesia melalui anjuran dan pemaksaan sekaligus. Anjuran pengubahan nama cina ke dalam nama Indonesia, penghapusan berbagai sekolah berbahasa cina, pelarangan media massa berbahasa cina dan lainnya dilakukan pemerintah orde baru dalam upaya memaksakan terjadinya asimilasi. Etnik terasing seperti etnik Anak Dalam, etnik Kubu, beberapa etnik di Papua, dan lainnya diupayakan untuk melakukan asimilasi dengan kehidupan yang lebih modern. Upaya yang dilakukan diantaranya dengan memukimkan mereka di dekat penduduk yang telah terbuka dengan dunia luar.

  15. Ade setiawan PNR Elektronika 07(52150775470

    Menurut saya Tak terpenuhinya hak-hak kaum minoritas dinegara ini memang telah menjadi masalah yang cukup serius. Sebenarnya minoritisasi kelompok minoritas,khususnya bidang agama,sosial,dan budaya ada dimana-mana,pengertian minoritisasi adalah terjadinya proses yang membuat kaum minoritas semakin terkucilkan.
    kelompok-kelompok minoritas itu sangat jelas memperlihatkan perjuanganya untuk tetap mempertahankan identitas mereka.Minoritas pada kenyataanya selalu dipinggirkan oleh kaum mayoritas baik secara ekonomi,sosial maupun budaya.hak-hak minoritas ditonjolkan karena adanya perlakuan yang tidak sesuai/tidak sama dengan yang lainya. Kalau secara luas menurut saya dihadapan hukum semuanya sama.

  16. Fitri Rahayu 5215077535 PNR ELKA 07

    Hampir semua Negara mempunyai kelompok minoritas dalam wilayah nasional mereka, yang ditandai oleh identitas sukubangsa, bahasa, atau agama yang berbeda dari penduduk mayoritas. Hubungan yang harmonis antar kelompok minoritas dan antara kelompok minoritas dengan mayoritas, serta penghormatan terhadap setiap identitas kelompok merupakan aset terbesar bagi keragaman sukubangsa dan keragaman budaya masyarakat global kita. Pemenuhan aspirasi kelompok-kelompok bangsa, sukubangsa, agama, dan bahasa, dan penjaminan hak orang-orang yang termasuk dalam kelompok minoritas adalah pengakuan atas martabat dan persamaan dari setiap individu, yang meningkatkan pembangunan partisipatoris, dan karena itu memberikan sumbangan untuk mengurangi ketegangan antara kelompok-kelompok dan individu-invidivu. Ini merupakan faktor utama yang menentukan stabilitas dan perdamaian.
    Perlindungan bagi kaum minoritas tidak mendapat perhatian seperti pada hak lain yang oleh PBB dianggap lebih mendesak. Namun, di tahun-tahun terakhir ini, muncul perhatian semakin besar terhadap isu-isu yang mempengaruhi kaum minoritas, ketika ketegangan sukubangsa, ras, dan agama makin meningkat, sehingga mengancam jalinan ekonomi, sosial, dan politik dalam Negara termasuk pula mengancam integritas wilayah mereka.

  17. FATHURACHMAN PNR Teknik Elektronika 2007

    Prasangka muncul dalam interaksi sosial dimana terdapat minimal dua entitas yang berbeda. Entitas itu bisa setara ataupun berbeda baik dalam hal jumlah pendukung atau anggota maupun kekuasaan. Perbedaan itu melahirkan adanya entitas yang mayoritas dan minoritas. Prasangka jauh lebih sering muncul dalam kondisi masyarakat yang terdapat entitas mayoritas dan minoritas. Sementara itu dalam masyarakat yang kelompok-kelompoknya relatif setara, prasangka umumnya kurang berkembang.

    Definisi minoritas umumnya hanya menyangkut jumlah. Suatu kelompok dikatakan sebagai minoritas apabila jumlah anggota kelompok tersebut secara signifikan jauh lebih kecil daripada kelompok lain di dalam komunitas. Dari sudut pandang ilmu sosial pengertian minoritas tidak selalu terkait dengan jumlah anggota. Suatu kelompok akan dianggap kelompok minoritas apabila anggota-anggotanya memiliki kekuasaan, kontrol dan pengaruh yang lemah terhadap kehidupannya sendiri dibanding anggota-anggota kelompok dominan. Jadi, bisa saja suatu kelompok secara jumlah anggota merupakan mayoritas tetapi dikatakan sebagai kelompok minoritas karena kekuasan, kontrol, dan pengaruh yang dimiliki lebih kecil daripada kelompok yang jumlah anggotanya lebih sedikit.

  18. Asep Syaefudin PNR S1 ELKA 07 (5215077531)

    Masih banyak daerah pedalaman yang belum punya gedung SD. Sebagian sudah punya, tapi rusak. Namun, berapa jumlah pastinya, masih menunggu data dari dinas pendidikan di kabupaten atau kota,Salah satu kawasan yang minim fasilitas pendidikan adalah tempat tinggal suku Anak Dalam di pinggiran sungai atau di tengah hutan. Mereka hidup di daerah pedalaman dengan mengandalkan hidup dari alam,Kondisi itu mengganggu program wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah, sekaligus menghambat pengembangan sumber daya manusia. Akibatnya, banyak anggota suku di pedalaman yang tidak mengenyam pendidikan sehingga buta huruf.

  19. Yulianto pnr (5215077536)

    Bhineka Tunggal Ika melambangkan bahwa Indonesia mempunyai keragaman dari mulai suku,ras,etik,adat,kepercayaan,budaya dan agama.perbadaan ini seharusnya bisa membuat kita hidup lebih hidup artnya kita sebagai bangsa mempunyai keragaman didalamnya tetapi dapat menjalani dengan rukun dan damai.Tetapi ketika sekelompok orang/ kelompok Mayoritas mulai merasa kuat dan merasa paling berhak dan paling benar mempaksakan idealismenya kepada orang lain untuk mengikutinya maka di sinilah yang nantinya akan timbul permsalahan yang berat penyelesaiannya dan tentunya merugikan Minoritas.dalam hal ini Pemerintah sebagai badan yang paling berhak untuk memberikan kemakmuran dan keadilan harus bersikap tegas terhadap siapapun yang mengancam keutuhan bangsa dan yang ingin memecah belah persatuan bangsa.karena tiap-tiap warga negara di berikan kebebasan untuk memeluk dan beribadah menurut agama dan kepercayaanya masing-masing.

  20. windy (5215070253)

    Seharusnya diindonesia tidak ada diskriminasi terhadap kelompok minoritas, karena pada hakikatnya semua sama dan semua memiliki HAM dan ada perlindungan kaum minoritas yaitu adanya larangan diskriminasi karena diskriminasi berdampak negatif pada kaum minoritas secara politik, sosial, budaya dan ekonomi serta merupakan sumber utama terjadinya ketegangan

  21. fahmi amran pnr elektronika s1 07

    menurut saya, Prasangka muncul dalam interaksi sosial dimana terdapat minimal dua entitas yang berbeda. Entitas itu bisa setara ataupun berbeda baik dalam hal jumlah pendukung atau anggota maupun kekuasaan. Perbedaan itu melahirkan adanya entitas yang mayoritas dan minoritas. Prasangka jauh lebih sering muncul dalam kondisi masyarakat yang terdapat entitas mayoritas dan minoritas. Sementara itu dalam masyarakat yang kelompok-kelompoknya relatif setara, prasangka umumnya kurang berkembang.
    Definisi minoritas umumnya hanya menyangkut jumlah. Suatu kelompok dikatakan sebagai minoritas apabila jumlah anggota kelompok tersebut secara signifikan jauh lebih kecil daripada kelompok lain di dalam komunitas. Dari sudut pandang ilmu sosial pengertian minoritas tidak selalu terkait dengan jumlah anggota. Suatu kelompok akan dianggap kelompok minoritas apabila anggota-anggotanya memiliki kekuasaan, kontrol dan pengaruh yang lemah terhadap kehidupannya sendiri dibanding anggota-anggota kelompok dominan. Jadi, bisa saja suatu kelompok secara jumlah anggota merupakan mayoritas tetapi dikatakan sebagai kelompok minoritas karena kekuasan, kontrol, dan pengaruh yang dimiliki lebih kecil daripada kelompok yang jumlah anggotanya lebih sedikit.

  22. AGUNG PRASETYO RINALDI

    AGUNG PRASETYO RINALDI
    5215077530
    PNRS1 ELEKRTONIKA 07

    “Apakah yang paling cepat membuat kehancuran suatu bangsa? “
    “Ketidakpercayaan dan prasangka anak bangsa!”

    Prasangka muncul dalam interaksi sosial dimana terdapat minimal dua entitas yang berbeda. Entitas itu bisa setara ataupun berbeda baik dalam hal jumlah pendukung atau anggota maupun kekuasaan. Perbedaan itu melahirkan adanya entitas yang mayoritas dan minoritas. Prasangka jauh lebih sering muncul dalam kondisi masyarakat yang terdapat entitas mayoritas dan minoritas. Sementara itu dalam masyarakat yang kelompok-kelompoknya relatif setara, prasangka umumnya kurang berkembang.

  23. Kurnia_E07(5215070249)

    Pendidikan anak pedalaman harus disesuaikan kebudayaan mereka. Apabila pendidik sudah terbiasa kebudyaan mereka kita bisa memberikan pelajaran sesuai dengan kebiasaan ataupun keyakinan mereka. Tetapi pendidik juga harus memberikan gambaran tentang kehidupan diluar suku ataupun kelompok mereka, agar mereka tau bagaimana cara mereka berinteraksi dengan dunia diluar kelompok mereka. Sebagai pendidik janganlah membedakan mereka dengan anak-anak yang lainnya (semua anak didik itu mempunyai hak yang sama), misalnya dilihat dari sukunya, agamanya, ataupun fisiknya. Sebagai pendidik kita harus bersikap adil dalam memberikan ilmu yang kita punya dan tidak membeda-bedakan anak didik.

  24. yudha dharmawan pnr elktronika 07 unj 5215077539

    YUDHA DHARMAWAN

    pnr elektronika 07

    5215077539

    Hal yg prlu d lakukan untuk anak anak etnik minoritas adalah memberikan dukungan & bantuan baik moril dan materil dr smua pihak ,kt sebagai bangsa indonesia yg trdri dr brbgai mcm suku dan ras shrsnya tdk mmbd-bdkan etnik .karna walau brbd ras mrl tetap saudara kita…bg kalangan yg menindas kaum etnik minoritas ini prlu d tndk tgs ssuai dgn hkm yg brlaku.pendidikan bgi anak2 etnik minoritas ini jg hrs d prhtkn olh smua pihak krn bgaimanapun jg stiap wrga negara indonesia brhk mndpt pndidikan.tntu sj pnylnggraan pnddkn d sesuai kn dgn kondisi dan kurikulum yg disesuaikan

  25. jan_elektro_5115072376

    Menurut pendapat saya, diskriminasi sangat bertentangan dengan peraturan yang mengatur HAM ( Hak Asasi Manusia ). Karena diskriminasi sama saja dengan melanggar HAM seseorang. Oleh karena itu peraturan perundangan sangat diperlukan untuk melindungi kaum minoritas, agar mereka mendapat apa yang kaum mayoritas dapatkan, seperti mendapatkan pendidikan yang layak. Yang dimana akhirnya seseorang dalam kaum minoritas tersebut dapat mengangkat derajat daerah minoritas tersebut.

  26. Hak minoritas bukan untuk mempertahankan keistimewaan atau posisi strategis suatu kelompok minoritas dalam suatu daerah, melainkan untuk menegakkan hak-hak kelompok minoritas yang dilanggar. Namun, individu-individu yang
    memiliki pandangan politik berbeda dengan pemerintah tidak bisa dianggap sebagai minoritas. Minoritas politik dapat menjadi mayoritas di masa mendatang. Sekelompok individu dengan kecenderungan seksual tertentu juga bukan merupakan minoritas

  27. anggraEni_e07(5115072382)

    saya memang sangat tidak setuju dengan adanya pembagian kelompok minoritas dalam sebuah negara maju ataupun berkembang. Apalagi bila terjadi pada jaman modern seperti sekarang ini. Dimana suatu hal yang perlu didiskriminasikan menjadi hal mendasar untuk dapat menilai karakter orang. Orang2 tidak lagi dipandang sebagaiindividu2 dengan sifat yang khas terhadap hak2 yang dia miliki, tetapi hanya sebagai representasi tipe2 masyarakat.Apalagi bila sikap fanatik tanpa akal sehat ini terjadi dalam pendidikan anak2 kelompok minoritas (suku pedalaman). Untung saja dalam hubungan ini telah banyak diberlakukan berbagai peraturan perundangan internasional maupun nasional untuk melindungi hak2 kelompok minoritas dari diskriminasi, khususnya bagi kemajuan pendidikan anak suku pedalaman. Dan perlu diketahui bahwa “ras” sendiri tidak memiliki fungsi yang jelas bagi kehidupan sosial manusia. Semakin cepat kata tersebut dihilangkan dari kosakata manusia, semakin baik kehidupan yang manusia jalani.

  28. hafis Rizki R (5215077517) PNR Pend. Teknik Elektronika

    Menurut saya pendapat saya,

    Definisi minoritas umumnya hanya menyangkut jumlah. Suatu kelompok dikatakan sebagai minoritas apabila jumlah anggota kelompok tersebut secara signifikan jauh lebih kecil daripada kolompok lain di dalam komunitas. Dari sudut pandang ilmu sosial pengertian minoritas tidak selalu terkait dengan jumlah anggota.

    Suatu kelompok akan dianggap kelompok minoritas apabila apabila anggota-anggotanya memiliki kekuasaan, kontrol, dan pengaruh yang lemah terhadap kehidupannya sendiri dibanding anggota-anggota kelompok dominan. Jadi, bisa saja suatu kelompok secara jumlah anggota merupakan mayoritas tetapi dikatakan sebagai kelompok minoritas karena kekuasaan, kontrol, dan pengaruh yang dimiliki lebih kecil daripada kelompok yang jumlah anggotanya lebih sedikit.

  29. hafis Rizki R (5215077517) PNR Pend. Teknik Elektronika

    Menurut pendapat Saya,

    Persamaan hak dan kewajiban terhadap warga Negara untuk mendapatkan pendidikan.dan pemerintahlah yang mengatur dan membuat system tersebut. Karena tanpa system, Negara akan tidak teratur dan tidak adil. Negara kita beraneka ragam suku, keturunan, agama dan ras yang merupakan salah satu kesatuan NKRI.

    Sebenarnya kita tidak ada diskriminasi kalau masyarakatnya melihat dari sejarah terbentuknya Negara kita. Sesuai dengan semboyan Negara kita yaitu “bhineka tunggal ika” berbeda-beda tetapi tetap satu. Oleh karena itu, pemerintah melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk melihat dari sisi sejarahnya terbentuk NKRI. Sehingga terciptanya kesadaran berbangsa dan bernegara demi menciptakan rasa persatuan dan kesatuan Negara kita. Dan mencegah terjadi disintegrasi bangsa.

  30. wiwin kurniati E07

    Di dalam pendidikan seharusnya tidak boleh ada yang beranggapan, wah kulit dia berbeda dengan kita! dan anak tersebut dijauhi dan dikucilkan. karena sering dikucilkan, maka anak tersebut tidak ingin lagi nersekolah alasannya karena sering diejek.Sehingga anak tersebut tidak bersekolah dan menjadi anak pemalas. Jika orang tua anak yang diejek itu tidak terima maka orang tua anak tersebut akan mendatangi rumah anak tersebut dan terjadilah keributan dan bisa terjadi peperangan antara kulit putih dengan kulit hitam.

  31. rinda _E07(5115072383)

    menurut saya di indonesia seharusnya tidak ada perbedaan yang membedakan kaum minoritas karena semuanya memiliki hak-hak yang sama dengan yang lainnya sebagai warga indonesia. diharapkan walau indonesia banyak perbedaan antara satu denagn yang lainnya tetapi mereka tetap dapat bersatu membangun bangsa ini dengan perbedaan yang dapat menyatukan…

  32. Untuk anak – anak dari suku minoritas yang ada di Indonesia pendidikan merupakan hal yang jauh dari mereka. Boleh dikatakan mereka belum terjamah oleh pendidikan. Kelompok minoritas ini selalu mendapat anggapan atau pandangan yang negatif dari kelompok mayoritas. Padahal kelompok minoritas ini seharusnya mendapat pelatihanan atau pengajaran agar mereka dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan baik dengan semua kelompok masyarakat. Karena di Indonesia semua orang berkedudukan yang sama( UUD 1945 ).Tidak ada pengecualian pribadi maupun kelompok.

  33. verraseli_5115072394

    Minoritas bukanlah halangan bagi seseorang untuk mendapatkan pendidikan. Pemerintah hendaknya memperhatikan pendidikan anak suku pedalaman, walaupun keadaan mereka yang minoritas mereka tetap harus mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.

  34. Hanto Sujatmiko_T.Elektro_5115072374

    Membaca artikel di atas, saya mempunyai pendapat bahwa kelompok etnis minoritaslah yang membentuk suatu etnis kelompok mayoritas, karena etnis kelompok mayoritas terdiri dari kelompok etnis minoritas. Sehingga sangat tidak manusiawi orang yang mengucilkan dan menjauhi kelompok etnis minoritas tersebut. Berhubungan dengan masalah ini seharusnya diskriminasi harus dihapuskan agar tidak terjadi kesenjangan diantara dua kelompok etnis tersebut sehingga tercipta suasana kekeluargaan dan kasih sayang diantara sesama manusia, meskipun kita beda ras, agama, suku, kebudayaan, dll. Tetapi, dengan perbedaan inilah kita menjadi bangsa yang berbhineka tinggal ika, dan bisa kita banggakan ke negara lain. Mengenai pendidikan kelompok etnis minoritas atau suku pedalaman, tidak jauh berbeda, mungkin yang berbeda cara penyampaiannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu atau kelompok etnis tersebut.

  35. salam sejahtera untuk para pemerhati pendidikan anak, kita juga akan selalu mengikuti program2 anda..

  36. arief neiriza_elektro_5115072377

    Biasanya anak – anak pada suku pedalaman lebih tertutup untuk menerima kebudayaan dari luar. Jadi, perlu kinerja ekstra besar untuk membuat anak – anak itu mau untuk nersekolah dan menimba ilmu di sekolah. Ruang lingkup yang sempit merupakan hal biasa oleh anak – anak tersebut untuk berinteraksi. Karena itu cukup sulit untuk membiasakan anak – anak tersebut dengan lingkungan sekolah untuk menimba ilmu. Biasanya anak – anak tersebut memegang tegus aturan – aturan di dalam sukunya. Dengan cara pemberian penyuluhan dan ajakan secara halus merupakan salah satu cara agar anak – anak pedalaman itu mau bersekolah. Sehingga anak – anak tersebut tidak merasakan kebodohan yang begitu lama sehingga anak – anak tersebut tidak di kucilkan oleh masyarakat atas sukunya. Setelah mendapatkan pendidikan anak – anak tersebut akan memiliki wawasan yang luas. Sehingga anak – anak tersebut dapat berinteraksi dengan siapapun tanpa terbataskan oleh suku ataupun adat.

  37. Muhammad Zikri Alim Lubis_5115072396

    Masyarakat minoritas bukanlah masyarakat yang tidak mempunyai kekuatan, bukanlah sekelompok orang yang terpinggirkan, bukan juga komunitas yang bisa dianggap sebelah mata. Mereka adalah masyarakat dengan potensi sangat besar bagi terciptanya tatanan sosial yang membanggakan dan maju. Jika kita kaji lebih jauh tentang sejarah, bahwa dengan kuantitas yang sedikit akan menciptakan generasi yang berkualitas dan tangguh. Bagi pendidikan anak-anak pedalaman yang terisolir dari hiruk-pikuk kota sekiranya lebih memfokuskan proses pembelajaran mereka terkait pemberdayaan alam dan lingkungan yang menjadi ciri khas daerah mereka.

  38. komentar untuk artikel “pendidikan anak suku pedalaman” :

    suku pedalaman yang cendrung hidup sederhana miskin jauh dari latar belakang pendidikannya…
    Jika menilik pada teori korelasi investasi pendidikan dengan tingkat kesejahteraan, di mana setiap tingkat investasi pada pendidikan akan menaikkan beberapa tingkat kesejahteraan. Maka bisa dimaklumi jika kesenjangan antara keluarga miskin dan keluarga kaya akan tetap lebar, bahkan semakin melebar.
    Semakin tinggi kualitas pendidikan, semakin besar peluang mengakses jalan kesuksesan hidup. Imej pendidikan berkualitas biasanya dihasilkan dari sekolah/universitas bonafid (ternama). Semakin bonafid, maka semakin mahal biaya pendidikannya, semakin jelas siapa yang bisa mengakses pendidikan berkualitas tersebut, hanya anak2 dari keluarga kaya. Dan saat ini banyak lowongan pekerjaan elite yang hanya mau menerima lulusan dari sekolah/universitas yang sudah ternama tersebut. Jika benar bahwa pendidikan yang berkualitas memberi peluang yang lebih besar untuk meraih kesuksesan hidup/ lebih mudah mendapat pekerjaan2 dengan penghasilan tinggi… maka… lebih jelas bahwa ternyata sistem pendidikan dan fenomena pendidikan akan terus melestarikan tradisi menjadi kaya bagi si kaya dan juga tradisi miskin bagi si miskin… maka bersyukurlah bagi mereka yang dilahirkan di kota dari keluarga kaya yang bisa mengakses pendidikan berkualitas dengan mudah, karena hal itu merupakan salah satu jaminan bahwa masa depan cerah, dan kasihan bagi mereka yang miskin di pedalaman yang tak pernah bisa mengakses pendidikan berkualitas dan bersiap untuk tetap menjadi miskin.

  39. Sugeng Hartanto_5115072395

    Menurut pendapat saya, akhir-akhir ini sering muncul kerusuhan sosial yang dilatarbelakangi etnis dan agama. Hal ini merupakan masalah yang sangat serius apabila tidak segera diselesaikan akan dapat mengancam terjadinya disintegrasi bangsa. Kita sebagai generasi penerus bangsa haruslah mampu untuk memecahkan masalah ini. Jika tidak dari sekarang maka makin lama tentu akan makin rumit permasalahan yang timbul.
    Kita sebagai bangsa yang menghargai berbagai perbedaan seharusnya mampu untuk menyelesaikan serta membantu pemerintah agar semua perbedaan yang ada tidak akan memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

  40. Johan Paramita (5115072379)

    diskriminasi terhadap kaum minoritas memang harus dihapus kan karena mengingat keragaman etnis,budaya,agama,bahasa serta tradisi yang aa di Indonesia agar tidak terjadi perpecahan (disintegrasi bangsa) pemerintah perlu memberikan suatu pengertian seperti penyeluruhan bimbingan kepada masyarakat akan keberadan kelompok etnisminoritas dan juga kelompok mayoritas harus bias menghormati dan menghargai kelompok minoritas agar tidak terjadi konflik.

  41. Saiful_5115072384

    sebenarnya semua warga Indonesia memiliki kesamaan hak dan kedudukan. Tidak ada yang harus dibeda-bedakan dari segi apapun. Termasuk juga masalah pendidikan. Pemerintah harus tetap memperhatikan mereka. Mereka tetap harus mendapat pendidikan walaupun mereka adalah suku pedalaman ataupun kelompok minoritas di negara kita. Hal ini dikarenakan mereka memiliki hak yang sama sebagai warga Indonesia. Siapa tahu dan siapa menduga bahwa meraka memiliki kemampuan yang cukup potensial. Kan imbasnya juga akan berdampak pada kemajuan negara kita tercinta ini. Kita dapat sama-sama membangun dan memajukan bangsa. Iya kan?,,

  42. jayani ahmad (5115072381)

    menurut saya kelompok etnis itu berdasarkan tingkat penjumlahan dimana Suatu kelompok dikatakan sebagai minoritas apabila jumlah anggota kelompok tersebut secara signifikan jauh lebih kecil daripada kelompok lain di dalam komunitas. dilihat dari ilmu sosial pengertian minoritas tidak selalu terkait dengan jumlah anggota. Suatu kelompok akan dianggap kelompok minoritas apabila anggota-anggotanya memiliki kekuasaan, kontrol dan pengaruh yang lemah terhadap kehidupannya sendiri dibanding anggota-anggota kelompok dominan. Jadi, bisa saja suatu kelompok secara jumlah anggota merupakan mayoritas tetapi dikatakan sebagai kelompok minoritas karena kekuasan, kontrol, dan pengaruh yang dimiliki lebih kecil daripada kelompok yang jumlah anggotanya lebih sedikit.
    maka dari itu saya tidak setuju jika kelompok yang ada di indonesia dibeda-bedakan tanpa tujuan yang tidak jelas serta hapusnya rasa diskriminasi antar kelompok karena dapat memecahkan kedua pihak dan dapat merusak hubungan silaturahmiuntuk itu semoga kita kembalikan pada suatu landasan dasar kita yaitu semboyan bhneka tunggal ika.

  43. Etnik minoritas mungkin sangat sulit mendapatkan pendidikan yang setara dengan yang didapatkan oleh anak di kota. Mereka terbentur dengan berbagai masalah sosial maupun non sosial disekeliling mereka. Padahal mereka juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan seperti anak-anak Indonesia lainnya. Hal ini sangat disayangkan sebenarnya. Karena sebenarnya bila mereka mendapatkan pendidikan yang memadai, bukan tidak mungkin mereka bisa merubah keadaan etnik mereka ke arah yang lebih baik. Dan paling tidak, mereka bisa menjaga dan mempelajari kehidupan mereka dari segala sesuatu yang mereka dapatkan dari pendidikan formal maupun non formal. Pendidikan… Demi Hidup Lebih Baik…

  44. Fajarudin 5115072390

    kaum minoritas merupakan sekumpulan orang yang mendiami wilayah tertentu namun jumlah mereka lebih sedikit dibandingkan jumlah warga di sekitarnya, hal ini yang memungkinkan adanya diskriminasi yang dilakukan oleh kaum mayoritas. Namun sebenarnya hal ini tidak terjadi bila adanya rasa tenggang rasa, saling hormat menghormati dan dapat berbaur dalam berhubungan bermasyarakat. andai saja justru dalam suatu masyarakat terdiri atas berbagai etnik minoritas justru dapat membentuk suatu etnik mayoritas dari gabungan etnik-etnik minor tersebut. Adanya diskriminasi harus dihapuskan karena kita adalah satu bangsa Indonesia. butuh kerja keras memang adanya rasa sukuisme karena masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai macam suku yang berbeda-beda, namun hal ini bisa kita wujudkan demi persatuan dan kesatuan Indonesia. Bila sudah tidak adanya disriminasi saya rasa tidak ada perbedaan hak dalam hal pendidikan, ilmu pengetahuan, ekonomi,sosial, budaya dls. Kembali lagi karena kita adalah satu dan tidak sepatutnya kita masih membeda-bedakannya.

  45. Fajar B. Zm (5115072380) Elektro '07

    Di Indonesia kelompok minoritas banyak sekali jumlahnya, dari kelompok yang mngasingkan diri dari dunia luar, budaya luar bahkan hubungan dengan orang luar di luar kelompoknya. Kelompok tersebut biasanya tinggal di daerah pedalaman. Namun etnik minoritas tersebut tidak berlaku negative, karena mereka menutup diri. Melihat kondisi seperti itu maka kita sebagai kelompok mayoritas berkewajiban melindungi hak-hak kaum minoritas tersebut dan menghormatinya. Kelompok minoritas bukan berarti mereka membedakan didi dari kita, tatapi mereka mempunyai fiosofi hidup dan pandangan tersendiri yang berbeda dari kita sebagai kaum mayoritas. Oleh karena itu kita sebagai bangsa yang besar wajib menjaga dan melastarikan kelompok minoritas tersebut, bukan berarti kita membiarkan mereka tertinggal dari kita dan terbelenggu dari dunia global. Tapi kita menjaga mereka sebagai suatu asset budaya yang tidak di miliki oleh bangsa lain.

  46. Achmad Maulana TE07 [5115072372]

    Menurut saya sudah saatnya kita menghapus adanya diskriminasi diantara kita. Kita adalah bangsa indonesia, bangsa yang mempunyai beraneka ragam suku, keturunan, agama dan ras, bila di negara kita masih menganut sistim diskiminasi, maka ini bisa sedikit demi sedikit mulai bisa memecah belah persatuan dan kesatuan, yang pada akhirnya negara indonesia akan terpecah belah. Sudah saatnya diskriminasi antara etnis mayoritas dan etnis minoritas dihapuskan, karena sangat bertentangan dengan berbagai peraturan perundangan sebagai instrumen hukum dan HAM nasional dan internasional. Masalah ini kita harus pecahkan bersama.mari kita gunakan semboyan “Bineka Tunggal Ika” sebagai alat pemersatu kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s